CIAMIS,FOKUSJabar.id: Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis terus memperkuat komitmen nyata dalam mendukung penuh pengembangan minat dan bakat para pelajar di bidang olahraga. Langkah ini menjadi strategi jitu kampus untuk mencetak generasi muda yang sehat sekaligus berkarakter tangguh.
Asisten Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UID Ciamis, Dr. Sumadi, menegaskan hal tersebut di sela-sela kemeriahan pembukaan turnamen futsal UID Cup 2026, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: UID Cup 2026 Jadi Awal Lahirnya ‘Bank Atlet’ Pelajar di Ciamis
Ia menjelaskan bahwa kompetisi futsal antar-pelajar tingkat SLTA se-Kabupaten Ciamis ini merupakan bagian dari misi besar pemberdayaan olahraga bagi generasi muda.
“Main futsal antar pelajar SLTA Kabupaten Ciamis, baik SMA, MAN maupun SMK negeri dan swasta, ini bagian dari pemberdayaan bidang olahraga bagi kesehatan. Universitas Islam Darussalam memfasilitasi sekolah-sekolah dalam pemberdayaan olahraga,” ujar Sumadi.
Menariknya, dukungan UID terhadap dunia olahraga ternyata tidak hanya berputar pada cabang futsal semata. Manajemen kampus legendaris di Ciamis ini juga membuka ruang kreativitas yang luas bagi berbagai cabang olahraga lain. Mulai dari bola voli, voli pantai, hingga seni bela diri karate.
Sumadi membeberkan sebuah fakta unik bahwa ketiadaan program studi (prodi) khusus olahraga di UID Ciamis sama sekali tidak menyurutkan langkah pihak kampus untuk memfasilitasi para jawara lokal. Terbukti, UID memiliki barisan atlet voli pantai berprestasi dari Fakultas Hukum. Pevoli andalan dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), hingga pendekar karate dari perguruan Bandung Karate Club (BKC).
Cetak Sejarah Bareng PSGC Ciamis dan Bidik Beasiswa Kuliah Atlet
Rekam jejak UID Ciamis dalam menyokong industri olahraga daerah sejatinya sudah mengakar sejak lama. Sumadi mengungkapkan bahwa pada masa kejayaannya, sejumlah penggawa klub sepak bola kebanggaan warga Tatar Galuh, PSGC Ciamis, sempat menempuh pendidikan tinggi di kampus UID.
“Dulu juga pernah ada pemain PSGC yang kuliah di UID. Ke depan kami berharap ada sinergi dengan pemerintah daerah. Agar, atlet-atlet asli Ciamis bisa mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Islam Darussalam,” ungkap Sumadi.
Bagi Sumadi, investasi pada bidang olahraga dan seni memegang dampak yang luar biasa besar terhadap pembentukan karakter positif generasi muda. Aktivitas fisik yang terukur dan kompetitif dinilai ampuh menjadi benteng preventif dalam mengikis angka kenakalan remaja maupun aksi menyimpang di jalanan.
“Kalau semua talenta dan infrastrukturnya terfasilitasi, saya kira tidak ada istilah kenakalan remaja atau anak-anak melakukan tindakan menyimpang. Olahraga dan seni itu bagian dari pembentukan karakter,” jelasnya.
Di sisi lain, Sumadi melayangkan catatan penting mengenai peran institusi pendidikan dalam mengoordinasikan minat bakat siswa. Ia menyayangkan fenomena saat ini di mana banyak orang tua murid terpaksa berjuang sendiri mencari klub atau tempat latihan mandiri di luar jam sekolah demi menyalurkan bakat sang anak.
Ia berharap manajemen sekolah di Kabupaten Ciamis bisa meniru sistem di negara-negara maju. Di mana sekolah dan universitas bertindak sebagai episentrum atau pusat pembinaan atlet nasional sejak usia dini.
(Mia)



