TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Kemeriahan hari jadi ke-48 MTsN 3 Kota Tasikmalaya berlangsung istimewa tahun ini. Madrasah yang berlokasi di Kampung Nagarakasih, Cibeureum, Kota Tasikmalaya tersebut sukses menggelar “Festival Budaya 8” di halaman kampus, Rabu (20/5/2026).
Hajatan tahunan ini menjadi tonggak penting menjelang setengah abad kiprah madrasah dalam mencetak generasi islami yang berkarakter dan berprestasi.
Baca Juga: Krisis Armada dan Anggaran, Sukwan Kebersihan Tasikmalaya Tetap Gempur Sampah Kota
Untuk menyemarakkan suasana, pihak sekolah menggelar beragam perlombaan edukatif dan kreatif. Para siswa unjuk gigi memamerkan bakat mereka lewat lomba mewarnai, menghias payung geulis, seni kaligrafi, baca puisi, solo vokal, hingga desain poster dan pameran kerajinan tangan. Lebih dari sekadar kompetisi, festival ini menjadi ruang subur untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak pada seni budaya daerah sejak usia dini.
Momen puncak yang paling menyedot perhatian ratusan undangan adalah peluncuran resmi batik khas MTsN 3 Kota Tasikmalaya. Kemudian juga peresmian ekstrakurikuler karawitan. Dua terobosan besar ini menegaskan komitmen kuat lembaga pendidikan keagamaan tersebut dalam merawat warisan budaya Sunda di era modern.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan MTsN 3 Kota Tasikmalaya, Asep Rahmat, menyatakan bahwa seluruh elemen pendidik dan siswa sangat antusias merayakan hari bersejarah ini.
“Selain kegembiraan perayaan milad sekolah, hari ini pun kita lakukan peluncuran seragam batik eksklusif untuk para siswa dan tenaga guru MTsN 3 Kota Tasikmalaya dengan motif kekinian,” ujar Asep Rahmat, Rabu (20/5/2026).
Karya Kolaboratif Guru Seni dan Siswa
Asep menjelaskan desain seragam batik tersebut merupakan buah karya kolaboratif dari guru seni, Esa Susanti, bersama seorang siswi kelas VIII, Putri Mahasa, serta dirinya sendiri. Kerja keras tim kreatif ini berhasil melahirkan motif batik kontemporer yang tetap mengangkat kearifan lokal. Rencananya, seluruh guru dan siswa akan mengenakan seragam eksklusif ini mulai Tahun Ajaran 2026/2027.
Plh. Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra Negara, bersama Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Gilman Mawardi, hadir langsung untuk meresmikan peluncuran batik dan ekskul karawitan tersebut.
“Kehadiran ekskul karawitan ini harapannya dapat mengenalkan nilai tradisi nenek moyang kita terdahulu kepada generasi muda. Agar tidak tercerabut dari akar budaya di tengah arus modernisasi,” kata Asep.
Sejarah Panjang dan Dukungan Pemerintah Daerah
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Gilman Mawardi, menyebut madrasah ini sebagai heritage atau warisan sejarah yang sangat berharga dari para tokoh masyarakat Nagarakasih. Secara historis, lembaga ini berawal dari sekolah swasta bernama MTs Mathla’ul Hikmah. Setelah beralih status menjadi sekolah negeri, namanya berganti menjadi MTsN Nagarakasih. Sebelum akhirnya bertransformasi menjadi MTsN 3 Kota Tasikmalaya seperti sekarang.
“Ini warisan budaya berharga para tokoh Nagarakasih. Semangat inovasi serta nilai-nilai perjuangan mereka harus terus dilanjutkan demi kemajuan masyarakat dan Kota Tasikmalaya,” tutur Gilman.
Di sisi lain, Plh. Wali Kota, Dicky Chandra Negara, melayangkan apresiasi tinggi atas kreativitas MTsN 3 yang berani berinovasi tanpa melupakan akar tradisi. Menurutnya, generasi muda tidak perlu alergi terhadap masuknya budaya luar, asalkan mereka mampu membentengi diri dengan menjaga identitas nasional.
“Generasi bangsa tidak perlu menolak nilai positif dari masuknya budaya luar. Tetapi jangan sampai melupakan akar budayanya sendiri, termasuk budaya ngamumule (merawat) alam. Saya tentu sangat mendukung komitmen MTsN 3 mengajarkan etika, budaya, dan kreativitas sebagai pondasi terbaik bagi generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Acara kemudian berakhir meriah lewat penampilan perdana tim karawitan sekolah. Serta peragaan busana (fashion show) yang memamerkan keanggunan batik khas MTsN 3 Kota Tasikmalaya di atas panggung.
(Seda)


