spot_imgspot_img
Rabu 20 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DSP Farm Bandung Siapkan Tiga Sapi Jumbo untuk Kurban Presiden Prabowo di Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peternakan sapi dan domba asal Kota Bandung, DSP Farm, mengukir prestasi gemilang menjelang Iduladha tahun ini. Peternakan lokal tersebut kembali menerima kepercayaan besar untuk memasok hewan kurban bantuan masyarakat (Banmas) Presiden Republik Indonesia tahun 2026.

Pencapaian ini menandai kali keenam secara berturut-turut peternakan milik Vandri Dwitama tersebut menyediakan sapi kurban pilihan Presiden RI untuk wilayah Jawa Barat. Beroperasi di Jalan Palintang No. 55 Kota Bandung, DSP Farm kini tengah memanjakan sejumlah sapi berbobot monster di atas satu ton. Tiga ekor di antaranya merupakan pesanan khusus untuk kurban Presiden RI, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Persib di Ambang Hattrick Juara, Pemkot Bandung Siapkan Dua Skenario Pengamanan

Nantinya, Pemerintah Kota Bandung akan menerima salah satu sapi jumbo tersebut untuk disembelih di Masjid Al-Ukhuwah.

“Di sini ada tiga ekor yang akan dipakai untuk kurbannya Bapak Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya nanti akan diserahkan ke Pemerintah Kota Bandung di Masjid Al-Ukhuwah,” ujar Vandri saat menunjukkan koleksi sapinya, Rabu (20/5/2026).

Vandri mengisahkan, ia merintis usaha ini dari bawah dengan beternak domba pada 2010, sebelum akhirnya mengekspansi bisnis ke peternakan sapi pada 2014. Peternak muda asal Kota Bandung ini mengaku sangat bangga karena istana negara terus memilih peternakannya sebagai pemasok sapi Banmas Presiden setiap tahun.

“Alhamdulillah sudah enam tahun berturut-turut dipercaya menjadi supplier sapi Banmas Presiden Republik Indonesia,” ucapnya penuh syukur.

Koleksi Sapi Unggulan DSP Farm

Selain tiga sapi kepresidenan, DSP Farm juga mengoleksi deretan sapi unggulan lain seperti Janata, Sanjaya, hingga Tampomas yang memiliki bobot fantastis berkisar 1,2 hingga 1,3 ton. Vandri menegaskan bahwa konsistensi menjaga kualitas menjadi kunci utama mengapa peternakannya selalu kebanjiran kepercayaan. Petugas peternakan tidak hanya mengejar bobot raksasa, tetapi juga mengawasi kondisi kesehatan medis hewan secara ketat.

“Untuk sapi Banmas itu tentu sapi terbaik dan terbesar. Bobotnya ekstrem, di atas 1.000 kilogram. Selain fisik, kesehatan medis juga sangat dijaga, mulai dari cacing hati, kesehatan rumen, hingga pencegahan penyakit seperti PMK dan LSD,” kata Vandri menjelaskan.

Ia juga memastikan seluruh hewan ternak di DSP Farm sudah menerima suntikan vaksinasi dari pemerintah guna menjamin kelayakan ibadah kurban. Saat ini, kandang DSP Farm menampung sekitar 20 ekor sapi berbobot di atas satu ton, 10 ekor sapi berbobot 700–900 kilogram, serta 80 ekor sapi kelas ekonomis untuk konsumsi masyarakat umum.

Jangkauan pasar DSP Farm kini kian meluas, menembus wilayah Brebes di sebelah timur hingga Tangerang di sebelah barat. Tidak sekadar berbisnis, DSP Farm juga rajin mengharumkan nama daerah lewat kontes ternak nasional. Dalam ajang teranyar di kawasan Unpad, mereka menyabet tiga penghargaan sekaligus. Salah satu sapi andalan mereka bernama Redam bahkan menyandang predikat sebagai sapi terbesar kedua di Indonesia. Dengan bobotnya yang mencapai 1.387 kilogram.

“Yang penting kami bawa nama Kota Bandung. Di mana pun, yang penting membawa nama baik Kota Bandung,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang berminat, DSP Farm menawarkan domba kurban mulai dari harga Rp2 juta. Kemudian sapi kurban mulai dari Rp20 juta per ekor. Sementara untuk kelas sapi kontes dengan spesifikasi khusus, peternakan ini pernah mencatatkan rekor penjualan hingga ratusan juta rupiah.

“Paling mahal pernah jual sapi Rp200 juta satu ekor untuk kontes,” pungkas Vandri.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru