BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kota Bandung menjadi pembuka rangkaian The Ultimate 10K Series powered by bank bjb. Yang menghubungkan empat kota di Pulau Jawa, yakni Bandung, Tangerang, Semarang, dan Surabaya.
Melalui ajang bank bjb Bandoeng 10K 2026, penyelenggara ingin menghadirkan pengalaman lomba lari. Yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga memperkuat sport tourism dan ekonomi kreatif di tiap daerah.
Mengusung tema “Bandung Bercerita”, event ini menghadirkan pengalaman berlari yang berpadu dengan karakter dan identitas Kota Bandung. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan tersebut juga dinilai memberi dampak terhadap sektor pariwisata, perhotelan, hingga perputaran ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Rekor Ketat PSM Makassar vs Persib Warnai Laga Pekan ke-33 Super League
Flag off bank bjb Bandoeng 10K dilakukan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Komisaris Utama Independen bank bjb Susi Pudjiastuti. Direktur Keuangan bank bjb Hana Dartiwan, CEO KG Media Andi Budiman, serta Ketua Komisi Road Event/Pemassalan PASI Satyo Haryo Wibisono.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kepala daerah dan perwakilan kota penyelenggara The Ultimate 10K Series. Sponsor, hingga para pacer Bandoeng 10K. Kehadiran mereka menjadi simbol kolaborasi antardaerah dalam membangun ekosistem olahraga dan pariwisata yang berkelanjutan.
Bagian Dari Strategi Pembangunan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penyelenggaraan event lari seperti Bandoeng 10K. Menjadi bagian dari strategi pembangunan kota melalui pendekatan sport tourism.
“Ini sebetulnya bagian dari strategi pembangunan. Dengan membuat acara sport tourism seperti ini, kita akan mendapat banyak masukan. Termasuk soal infrastruktur kota,”katabFarhan dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Minggu, (17/5/2026).
Menurutnya, event lari juga mendorong pemerintah menghadirkan infrastruktur yang lebih ramah bagi pejalan kaki, pelari, penyandang disabilitas, maupun pesepeda.
“Jalan terbaik itu ketika ramah untuk pejalan kaki dan penggemar olahraga lari atau jogging. Kemudian juga untuk disabilitas dan pesepeda,” katanya.
Farhan menilai konsep kolaborasi empat kota dalam The Ultimate 10K Series menjadi terobosan baru dalam pengembangan event olahraga nasional. Pemerintah Kota Bandung menyatakan siap mendukung penyelenggaraan seri berikutnya di kota lain.
“Kami dari Kota Bandung juga berkomitmen ikut menyukseskan acara di Tangerang, Surabaya, maupun Semarang,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo menyebut antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Jika tahun lalu jumlah peserta sekitar 3.000 orang, kini meningkat menjadi 4.000 pelari.
Dampak Terhadap Sektor Ekonomi
Menurutnya, peningkatan peserta turut memberi dampak terhadap sektor ekonomi dan pariwisata Kota Bandung karena banyak pelari datang bersama keluarga.
“Tentu yang hadir dan menginap di Bandung juga lebih banyak, yang belanja juga lebih banyak. Jadi event ini adalah event pariwisata olahraga,” katanya.
Adi menambahkan, atmosfer penyelenggaraan tahun ini dinilai semakin baik karena didukung cuaca sejuk. Jalur lomba yang steril, serta antusiasme masyarakat di sepanjang rute.
Baca Juga: Nobar Persib hingga Kirab Budaya, Akhir Pekan Bandung Penuh Agenda Besar
Selain menghadirkan lomba lari, The Ultimate 10K Series juga memperkenalkan konsep Ultimate Medal bagi pelari. Yang mengikuti seluruh seri di empat kota penyelenggara.
“Perjalanan Ultimate belum selesai. Setelah Bandung, masih ada tiga kota berikutnya yang akan menghadirkan pengalaman dan cerita berbeda bagi para pelari,” katanya.
Ia berharap peserta tidak hanya datang untuk mengejar garis finis, tetapi juga menikmati perjalanan dan mengenal karakter setiap kota. Yang menjadi bagian dari The Ultimate 10K Series powered by bank bjb.
(Yusuf Mugni)


