spot_imgspot_img
Kamis 14 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Atasi TPA Overload, Sukabumi Gencarkan Pemilahan Sampah Sejak dari Rumah

SUKABUMI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi merancang langkah baru untuk mengatasi persoalan sampah dengan berencana menutup Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di beberapa titik strategis. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul yang saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity).

Pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap isu ini mengingat volume sampah di Kota Sukabumi kini menyentuh angka 180 ton setiap harinya. Guna mengatasinya, pemerintah membutuhkan penanganan yang lebih terstruktur dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Hari Kenaikan Isa Almasih, Polres Metro Depok Siagakan Personel di Gereja

Selain berfokus pada penataan di hilir, Pemkot Sukabumi kini mulai memaksa perubahan pola pikir masyarakat agar memilah sampah sejak dari tingkat rumah tangga. Langkah pemilahan dari sumbernya ini menjadi solusi paling ampuh untuk menekan pasokan sampah yang masuk ke TPA.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, melalui unggahan di media sosialnya pada Senin (12/5/2026), menjelaskan bahwa pemerintah akan menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah sebelum resmi menutup fasilitas TPSS. Langkah edukasi ini menyasar kesadaran mandiri warga agar mampu memangkas volume pembuangan sampah harian.

“Pemilahan sampah dari rumah harapannya bisa menurunkan volume sampah secara signifikan. Sebelum penutupan TPSS, kami akan menyosialisasikan cara pemilahan terlebih dahulu. Nantinya, warga bisa menjual sampah anorganik ke bank sampah, sedangkan sampah organik bisa mereka olah menjadi pupuk atau eco enzyme,” jelas Bobby.

Soroti Produksi Sampah Lapangan Merdeka

Bobby menambahkan bahwa pemerintah juga memprioritaskan pengurangan sampah melalui penataan kawasan Lapangan Merdeka. Pusat aktivitas publik tersebut tercatat memproduksi sampah dalam jumlah yang cukup fantastis setiap bulannya.

Kawasan Lapangan Merdeka menyumbang volume sampah hingga mencapai 108 ton per bulan. Oleh karena itu, penataan berkala di ikon kota ini diharapkan mampu memotong rantai produksi sampah secara bertahap.

Tuntut Kepatuhan dan Kerja Sama Warga

Pemkot Sukabumi sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat agar kebijakan baru ini berjalan efektif dan berkelanjutan. Pemerintah meminta warga mematuhi aturan penutupan TPSS secara disiplin. Kemudian melarang keras siapa pun membuang limbah di lokasi yang sudah resmi tutup.

“Kepada seluruh masyarakat, jika melihat papan pengumuman TPS ditutup, jangan ada lagi yang membuang sampah di situ. Kami mohon kerja samanya agar Kota Sukabumi sukses memperbaiki sistem pengelolaan sampah,” tandas Bobby.

Strategi penutupan TPSS dan penguatan pemilahan sampah dari rumah ini menjadi pilar utama pemerintah daerah. Bertujuan untuk menciptakan tata kelola lingkungan yang efektif. Lewat sinergi kuat bersama warga, Pemkot Sukabumi optimistis mampu mengurai benang kusut persoalan sampah demi masa depan kota yang lebih bersih.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru