spot_imgspot_img
Senin 11 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tiga Titik Jalan Amblas di Jalur CBL Bekasi Segera Diperbaiki

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan proses perbaikan tiga titik jalan amblas di ruas Jalan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) mulai berjalan pada tahun 2026. Langkah ini menjadi prioritas pemerintah daerah untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih luas.

Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi mengoordinasikan penanganan ini dengan memfokuskan perhatian pada sejumlah titik longsor yang membahayakan aktivitas warga. Salah satu fokus utama berada di ruas Wanasari–Pulo Puter, tepatnya di sekitar jembatan Desa Muktiwari.

Baca Juga: CEO Faunaland Indonesia Sebut Kebun Binatang Modern Harus Utamakan Animal Welfare dan Konservasi

Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas SDA-BMBK, Dede Chairul, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua skema anggaran untuk menangani kerusakan tersebut.

“Kami mengalokasikan anggaran pelebaran jalan sekitar Rp2 miliar untuk menangani jalan amblas di dekat jembatan Desa Muktiwari,” ujar Dede, Senin (11/5/2026).

Teknik Perbaikan dan Rekonstruksi

Petugas akan memasang bore pile pada sisi jalan yang longsor guna memperkuat struktur tanah. Selain itu, pemerintah juga akan melebarkan ruas jalan dari area jembatan hingga titik terdampak agar akses kendaraan lebih aman.

Selain di Muktiwari, Pemkab Bekasi menyiapkan dana rekonstruksi sebesar Rp2,1 miliar untuk memperbaiki titik longsor sepanjang 50 meter di wilayah Desa Kertamukti. Saat ini, Dinas SDA-BMBK tengah meninjau ulang Detail Engineering Design (DED). Hal itu untuk memastikan metode penanganan permanen sesuai dengan kondisi lapangan yang ekstrem.

Tantangan Geografis dan Faktor Kerusakan

Dede menyebut posisi geografis jalur CBL menjadi faktor utama kerentanan jalan. Letak badan jalan yang berada di antara saluran irigasi tinggi. Kemudian aliran Kali CBL membuat konstruksi mudah tergerus rembesan air dan arus sungai yang deras.

“Konstruksi jalan sering kali ikut tertarik saat aliran Kali CBL meluap. Apalagi saluran irigasi yang lebih tinggi sering merembes ke badan jalan,” jelasnya.

Selain faktor alam, aktivitas kendaraan bertonase besar turut mempercepat kerusakan jalan. Menanggapi hal ini, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membatasi kendaraan berat agar tidak melintasi jalur yang sedang rawan.

Sinergi dan Anggaran Darurat

Mengingat besarnya biaya penguatan sisi jalan yang mencapai Rp20 miliar per kilometer Pemkab Bekasi bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat struktur sisi jalan dari ancaman erosi secara menyeluruh.

Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, pemerintah menyiapkan anggaran darurat sebesar Rp4 miliar untuk titik rawan lainnya di sepanjang 20 kilometer jalur CBL.

Dede juga mengajak masyarakat aktif menjaga kebersihan saluran drainase. Ia menilai tumpukan sampah dan penutupan saluran air oleh bangunan ruko sering memicu luapan air ke badan jalan yang menjadi musuh utama aspal.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru