TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya membahas sejumlah agenda krusial dalam rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) triwulan I tahun 2026. Pembahasan tersebut berfokus pada penilaian kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil, capaian target realisasi, serta perumusan strategi peningkatan pendapatan daerah.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan memimpin langsung rapat koordinasi yang berlangsung alot di Aula Kantor Balekota Tasikmalaya tersebut, Selasa (5/5/2026) malam. Wali Kota mendampingi Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara serta Sekretaris Daerah Asep Goparulloh dalam memimpin jalannya diskusi yang baru berakhir pukul 23.30 WIB tersebut.
Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Lantik Pengurus PUSPAGA dan Luncurkan Sekolah Sekar Wanoja
Pemerintah daerah menghadirkan seluruh pimpinan OPD penghasil dalam rapat evaluasi ini, antara lain Kepala Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Koperindag), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUTR, hingga jajaran manajemen RSUD Kota Tasikmalaya.
Dalam evaluasi kinerja tiga bulan pertama tahun ini, Viman mencatat bahwa secara umum target penerimaan dari sektor pajak dan retribusi telah menyentuh angka 20 persen.
“Rata-rata sumber pendapatan dari sektor pajak dan retribusi sudah memenuhi target triwulan pertama sebesar 20 persen. Kami hanya menyayangkan capaian pada ayat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang belum optimal,” ujar Viman saat memberikan keterangan di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (6/5/2026) sore.
Perubahan Aturan Ganjal Realisasi PBB
Viman menjelaskan bahwa pemberlakuan regulasi baru pada bulan Maret kemarin menjadi penyebab utama belum tercapainya target penyerapan PBB di lapangan. Akibat masa transisi aturan tersebut, penarikan pajak daerah belum berjalan maksimal.
“OPD terkait harus memberikan perhatian serius pada ayat Pajak Bumi dan Bangunan ini. Kami meminta petugas segera menyelesaikan kendala teknis agar capaian penerimaan melonjak pada triwulan kedua nanti,” pintanya.
Sementara untuk sektor retribusi daerah, Viman menilai realisasi yang ada sudah berjalan sesuai rencana. Kendati demikian, ia menuntut para kepala dinas untuk terus mencari celah pengoptimalan potensi agar pendapatan daerah lebih melimpah pada bulan-bulan berikutnya.
“Capaian triwulan pertama ini memang sudah berada di jalur yang benar, tetapi kami tidak boleh cepat puas. Seluruh jajaran harus merancang langkah taktis agar target PAD triwulan kedua bisa menembus angka 50 persen,” tegas Viman.
Tuntut OPD Berpikir Kreatif dan Proaktif
Viman menantang para kepala OPD penghasil untuk tampil lebih kreatif serta proaktif dalam memetakan dan menggali potensi objek-objek pendapatan baru di Kota Tasikmalaya.
Wali Kota meyakini bahwa peningkatan kontribusi PAD akan memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan kota secara mandiri. Hal ini sekaligus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat luas.
Rapat evaluasi ini juga berfungsi sebagai wadah menyelaraskan komitmen lintas sektor. Sinergi yang kuat antardinas menjadi kunci penting bagi Pemkot Tasikmalaya. Hal itu demi menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah tren penurunan bantuan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
“Melalui kerja sama yang solid dan kekompakan seluruh instansi, kami optimis dapat merealisasikan target PAD tahun ini. Hal tersebut demi keberlanjutan roda pembangunan daerah,” pungkas Viman.
(Seda)


