TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan bahwa keberadaan keluarga yang kokoh, perempuan yang berdaya, serta lingkungan anak yang aman menjadi pilar utama dalam menyukseskan pembangunan daerah.
Viman menyampaikan pesan tersebut saat melantik jajaran kepengurusan organisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Bahagia Kota Tasikmalaya di Aula Utama Balekota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Proyek Padel di Tasikmalaya Disorot, DPRD Pastikan Sesuai Izin
Momentum pelantikan ini menarik perhatian publik karena Wali Kota melantik ibu kandungnya sendiri, Evi Silviani, yang terpilih memimpin PUSPAGA Bahagia Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga merangkaikan acara istimewa ini dengan meluncurkan program Sekolah Sekar Wanoja Kota Tasikmalaya. Lembaga nonformal ini menunjuk istri Wali Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, sebagai kepala sekolah.
Viman menjelaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya bersandar pada kemegahan infrastruktur fisik semata, melainkan juga harus mendapatkan dukungan dari fondasi ketahanan keluarga yang mandiri.
“Keluarga yang bahagia membentuk karakter anak sejak dini, kaum perempuan mewariskan nilai-nilai kehidupan, dan anak-anak inilah yang akan melanjutkan masa depan Kota Tasikmalaya,” ujar Viman.
Sekolah Sekar Wanoja: Ruang Pemberdayaan Perempuan
Menurut Viman, kehadiran Sekolah Sekar Wanoja sangat menjawab kebutuhan zaman. Gerakan ini fokus memberdayakan kaum perempuan agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, serta berdaya.
“Nama Sekar berarti tumbuh dan mekar, sedangkan Wanoja merujuk pada sosok perempuan. Konsep ini mengingatkan kita bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya,” jelas Viman.
Pemerintah daerah merancang sekolah ini bukan sekadar program formalitas, melainkan sebagai wadah tumbuh kembang bagi kaum perempuan di Kota Tasikmalaya. Dengan pembekalan yang matang, para perempuan diharapkan tampil percaya diri dan mengambil peran strategis di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Viman menambahkan, pemberdayaan perempuan di Kota Tasikmalaya yang religius harus mengombinasikan penguasaan ilmu, keterampilan, akhlak mulia, keberanian, serta kepekaan sosial yang tinggi.
Solusi Kompleksitas Masalah Sosial lewat PUSPAGA
Wali Kota juga mengapresiasi kehadiran PUSPAGA Bahagia sebagai garda depan penyelesaian berbagai problematika keluarga di Tasikmalaya. Lembaga ini bertugas memberikan pendampingan terkait pola asuh anak, komunikasi keluarga dan tekanan ekonomi. Kemudian dampak negatif era digital, pernikahan dini, perundungan (bullying), hingga kesehatan mental.
“Kami ingin PUSPAGA menjadi pusat pembelajaran bagi para orang tua dalam mendidik anak. Sekaligus menjadi ruang konsultasi serta perlindungan dini bagi keluarga,” pintanya.
Viman menginstruksikan para pengurus baru PUSPAGA Bahagia untuk segera bergerak aktif menjemput bola ke lapangan. Pengurus wajib membangun jejaring komunikasi yang kuat dengan aparat kecamatan, kelurahan, TP-PKK, sekolah, puskesmas, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Ia menekankan bahwa upaya melindungi anak dan memperkuat ketahanan keluarga membutuhkan kerja sama lintas sektor yang kompak. Program-program ini juga harus berintegrasi dengan kebijakan prioritas daerah seperti Tasik GEMAS, Tasik Pintar, Tasik Religius, dan Tasik Melayani demi menyambut generasi emas tahun 2045.
(Seda)


