BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sejumlah cabang olahraga menyampaikan kegelisahan dengan minimnya dukungan anggaran. Yang di berikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui dana hibah kepada KONI Jabar.
Terutama menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV yang akan di gelar November 2026 mendatang.
Seperti di ketahui, KONI Jabar mendapatkan anggaran dana hibah dari Pemprov Jabar melalui APBD murni tahun 2026 sekitar Rp20 miliar.
Baca Juga: Liga Jabar Istimewa U-10 dan U-12 Kota Banjar Jadi Panggung Lahirnya Bintang Masa Depan
Dana tersebut di gunakan untuk pembinaan olahraga prestasi mulai dari dana operasional cabang olahraga. Hingga pelaksanaan Porprov Jabar XV pada November 2026.
Namun hingga saat ini, belum ada kepastian terkait cairnya bantuan dana hibah dari Pemprov Jabar tersebut. Padahal cairnya anggaran bantuan tersebut sangat di nantikan cabang olahraga.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Jabar, Sugito menuturkan. Pihaknya belum menerima bantuan anggaran dari KONI Jabar melalui Bantuan Operasional Kegiatan (BOK).
“Kami sangat membutuhkan BOK itu agar roda organisasi dan pembinaan ini bisa berjalan, apalagi ini menjelang Porprov Jabar XV. Kami berharap Pemprov Jabar secepatnya mencairkan dana hibah sehingga KONI Jabar bisa menyalurkannya ke cabang olahraga,” kata Sugito, Senin (4/5/2026).
FAJI Jawa Barat
Hal senada di ungkapkan Ketua Harian Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat, Sorta Mina. Sebagai cabang olahraga yang meraih 8 medali emas dari 8 nomor yang di ikuti pada PON XXI tahun 2024. Bantuan anggaran dari KONI Jabar menjadi faktor penting menjadi prestasi yang sudah di raih.
Menjelang Porprov Jabar XV, Sorta mengaku jika dukungan anggaran sangat di butuhkan. Untuk memastikan pertandingan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Telebih bagi cabang olahraga Arung Jeram yang kurang di lirik oleh pihak sponsor.
“Kami mampu meraih 8 emas di PON XXI tidak terlepas dari dukungan anggaran Pemprov Jabar melalui KONI Jabar. Dalam menyiapkan peralatan yang memadai. Saat ini untuk Porprov Jabar XV, peralatan eks PON XXI itu sudah aus. Dan membutuhkan pembaruan sehingga dukungan anggaran itu sangat di butuhkan,” kata Sorta.
Wakil Ketua II KONI Jabar, Prof. Yunyun Yudiana mengatakan, dukungan anggaran atau dana dalam pembinaan olahraga prestasi merupakan sebuah keniscayaan. Kondisi ini terlihat pada saat Inggris menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2012 yang di gelar di London hingga triliunan rupiah.
Penjelasan Prof. Yunyun Yudiana
Mengutip dari BBC, Prof. Yunyun menuturkan jika badan olahraga Inggris (UK Sport) menyiapkan dana lebih dari Rp4 triliun. Untuk persiapan atlet menuju Olimpiade dan Paralimpiade dengan target menempati posisi empat besar. Inggris menargetkan minimal 48 medali dari 12 cabang olahraga yang di ikuti.
“Hasilnya, Inggris berhasil melampaui target dengan menempati posisi ketiga dalam klasemen medali Olimpiade 2012. Dengan meraih 29 medali emas dan 65 total medali. Jadi dalam olahraga prestasi, dukungan dana itu menjadi hal yang pokok dan utama,” kata Yunyun.
Meski demikian, Prof. Yunyun menyadari kondisi keuangan Pemprov Jabar di tengah isu efisiensi anggaran saat ini. Untuk itu, KONI Jabar bersama cabang olahraga tidak menyerah dan berupaya mencari dukungan pendanaan dari pihak lain seperti sponsor.
“Ini yang membuat Jabar unggul karena smeua pihak temasuk cabang olahraga tidak mudah menyerah dengan kondisi yang terjadi. Kami berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari pihak sponsor, tapi jika dari Pemprov Jabar memberikan tambahan anggaran. Itu akan sangat bagus,” Yunyun memaparkan.
Sementara Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jabar, Hery Antasari menjelaskan jika keterbatasan anggaran tidak hanya terjadi di Jawa Barat. Kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi yang berlaku secara nasional.
“Kebijakan efisiensi ini tidak bisa kita hindari. Ini bukan berarti kita mengecilkan olahraga atau multievent tapi saat ini pemerintah. Memiliki skala prioritas lain yang dampaknya di rasakan masyarakat secara langsung,” kata Hery.
Hibah KONI Jabar Rp20 Miliar
Terkait dana hibah KONI Jabar tahun 2026 sebesar Rp20 miliar, Hery mengaku dalam proses pencairan. Dalam minggu ini, rencananya akan di lakukan penandatanganan Naskah Perjajian Hibah Daerah (NPHD) dengan KONI Jabar.
“Mudah-mudahan di bulan Mei 2026 ini (dana hibah KONI Jabar) bisa terealisasi, tapi itu tergantung proses administrasinya. Kalau untuk dana khusus pelaksanaan Porprov Jabar XV atau dana hibah di anggaran perubahan. Kami belum dapat memastikan karena itu tergantung kebijakan Gubernur dan ketersediaan finansialnya,” Hery menuturkan.
Hery berharap, semua stakeholder olahraga prestasi di Jabar tetap optimis menjaga dan mempertahankan prestasi yang sudah di raih. Pihaknya mendorong seluruh pihak untuk menjaga semangat dan mencari terobosan dalam pembiayaan olahraga.
Baca Juga: KONI Kota Bandung Kirim Atlet Berpotensi Medali di Porprov Jabar XV
“Biasanya di tengah tantangan seperti ini, kreativitas akan muncul termasuk dalam menggali sumber pendanaan alternatif. Untuk olahraga seperti dari sponsor,” ucapnya.
Selain itu Ia menegaskan, bahwa dari pemerintahan siap membantu dalam menggalang dana sponsor ini jika memang di minta.
Kalau target besar seperti quattrick juara umum PON bisa di capai, kenapa tidak? Dengan kondisi yang ada, kita harus tetap optimistis,” pungkasnya.
(Ageng)


