BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota Bandung memacu percepatan distribusi bantuan pangan kepada ratusan ribu warga guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Program hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Perum Bulog ini menyasar keluarga penerima manfaat sebagai langkah strategis mengendalikan inflasi dan menekan angka kemiskinan.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mencatat kenaikan signifikan jumlah penerima bantuan pada periode Februari–Maret 2026. Data menunjukkan lonjakan dari 80.221 penerima pada akhir 2025 menjadi 146.232 penerima pada periode berjalan tahun ini.
Baca Juga: Seleksi Pengelola Kebun Binatang Bandung Sepi Peminat, Ini Langkah Pemkot
“Kami mencatat penambahan sebanyak 66.011 penerima baru yang tersebar merata di 30 kecamatan dan 151 kelurahan di seluruh Kota Bandung,” ungkap Gin Gin, Minggu (3/5/2026).
Skema Penyaluran dan Paket Bantuan
Pemerintah menyusun daftar penerima tersebut berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial RI. Sumber bantuan berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang berada di bawah kewenangan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Dalam program ini, setiap keluarga mendapatkan jatah beras kualitas medium sebanyak 10 kilogram serta 2 liter minyak goreng setiap bulannya. Namun, untuk mengefektifkan distribusi, petugas menyalurkan bantuan sekaligus untuk jatah dua bulan. Dengan demikian, setiap penerima langsung membawa pulang 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Pengawasan Kualitas dan Target Distribusi
DKPP Kota Bandung menerapkan pengawasan ketat untuk memastikan mutu pangan yang sampai ke tangan masyarakat. Petugas melakukan pemeriksaan berkala, mulai dari kondisi penyimpanan di gudang Bulog hingga proses serah terima di titik distribusi lapangan.
“Kami memeriksa setiap paket bantuan sejak di gudang hingga sampai ke warga demi menjamin pangan tersebut layak konsumsi dan dalam kondisi baik,” tegas Gin Gin.
Hingga Sabtu (2/5/2026), realisasi penyaluran telah menjangkau 41.403 penerima atau sekitar 28 persen dari total target sasaran. Distribusi sejauh ini sudah mencakup 28 kelurahan di 8 kecamatan. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen melanjutkan proses pengiriman secara intensif hingga seluruh warga yang terdaftar menerima hak mereka secara menyeluruh.
(Jingga Sonjaya)


