TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: GOR Sukapura Kota Tasikmalaya menjadi saksi persaingan sengit para atlet dalam Kejuaraan Taekwondo Skala Nasional Tasik Open 9 yang bergulir mulai 1 hingga 3 Mei 2026. Ajang bergengsi ini mempertandingkan kategori Kyorugi (pertarungan) dan Poomsae (jurus) sebagai parameter perkembangan kualitas taekwondo di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat.
Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat, Divie, memuji langkah berani panitia yang menaikkan level kompetisi ini. Menurutnya, Tasik Open 2026 telah mengalami kemajuan pesat dibandingkan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berskala lokal.
“Dulu turnamen ini masih melekat dengan kesan ‘jago kandang’ karena pesertanya hanya dari Kota Tasikmalaya. Sekarang panitia berani mengundang peserta dari lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Lonjakan Peserta dan Prestasi Daerah
Antusiasme peserta tahun ini meningkat tajam dengan total sekitar 1.250 atlet yang mendaftar. Memudaknya jumlah penonton dari luar daerah bahkan membuat kapasitas GOR Sukapura melebihi batas.
Di tengah pembukaan acara, Ia membawa kabar membanggakan mengenai salah satu atlet Kota Tasikmalaya yang sukses menyabet medali emas pada Kejurnas Taekwondo di Kalimantan beberapa waktu lalu. Prestasi tersebut membuktikan bahwa pembinaan bela diri di Kota Santri ini mulai membuahkan hasil nyata di level nasional.
Urgensi Perbaikan Fasilitas Olahraga
Meski prestasi atlet meningkat, Ia memberikan catatan serius terkait kondisi prasarana GOR Sukapura yang mulai mengalami kerusakan. Ia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya segera melakukan renovasi menyeluruh agar fasilitas olahraga di wilayah ini lebih representatif.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra Negara, menyatakan rasa bangga sekaligus prihatin melihat kondisi gedung yang kurang mendukung kenyamanan atlet. Ia mengakui bahwa efisiensi anggaran di tingkat daerah hingga pusat menjadi kendala utama dalam merealisasikan perbaikan sarana saat ini.
“Jujur saya terpukul melihat lapangan kita yang kurang representatif untuk ajang nasional. Namun, saya yakin kondisi gedung tidak akan menyurutkan semangat para atlet untuk memberikan pencapaian terbaik bagi daerahnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung penuh penyediaan fasilitas olahraga yang lebih megah di masa mendatang. Hal ini bertujuan agar Kota Tasikmalaya dapat terus menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga berskala nasional secara berkelanjutan.
(Seda)


