spot_imgspot_img
Jumat 1 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sumedang Turun Signifikan

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Jabar) menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir.

Perbaikan ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

BACA JUGA:

bank bjb dan Pemkab Sumedang Teken MoU

Isu kesehatan ibu dan anak masih menjadi perhatian penting. Mengingat dampaknya yang langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Oleh karena itu, berbagai langkah terus di lakukan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menempatkan penurunan angka kematian ibu dan bayi sebagai prioritas yang harus di tangani secara serius, sistematis dan konsisten.

Berdasarkan data dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, angka kematian ibu mengalami penurunan bertahap. Dari sebelumnya tercatat 22 kasus, turun menjadi 21 kasus hingga akhirnya berkurang signifikan menjadi 14 kasus pada tahun 2025.

Sementara itu, angka kematian balita sempat mengalami kenaikan dari 196 kasus menjadi 202 kasus. Namun, kondisi tersebut kemudian berhasil di tekan hingga menjadi 173 kasus.

“Capaian ini bukanlah hasil akhir. Justru harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras dan lebih terarah. Karena setiap kematian ibu dan bayi adalah persoalan serius yang harus di cegah,” kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

Dony menegaskan, tujuan utama dari penyelenggaraan pemerintahan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat di lihat melalui indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi ukuran kemajuan suatu daerah.

“Saat ini IPM Kabupaten Sumedang berada di angka 75,5 poin. Ini patut di syukuri karena menempatkan Sumedang pada peringkat ketiga se Jawa Barat,” tuturnya.

BACA JUGA:

Bupati Sumedang Siapkan Cadangan Pangan Berbasis Data Real-Time

Dia menjelaskan, IPM terdiri dari pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.

Dalam sektor kesehatan, beberapa indikator penting yang menjadi perhatian meliputi angka harapan hidup, angka kematian ibu serta angka kematian balita.

“Data kematian ibu dan balita harus menjadi rujukan utama dalam pengambilan kebijakan. Prinsipnya adalah good data, good decision and good result. Evaluasi data tahun 2025 harus menjadi dasar komitmen bersama untuk menurunkan angka kematian ibu dan balita pada tahun ini,” jelasnya.

Bupati menekankan bahwa forum yang di gelar tidak sekadar menjadi ruang diskusi semata. Ia berharap, kegiatan tersebut mampu melahirkan komitmen bersama yang di wujudkan dalam langkah nyata di lapangan.

“Keberhasilan penurunan angka kematian ibu dan bayi sangat di tentukan oleh keseriusan, konsistensi serta kolaborasi seluruh pihak,” tegasnya.

Pemerintah daerah akan terus berupaya mendorong berbagai program yang mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi. Namun demikian, keberhasilan program sangat bergantung pada peran aktif seluruh pihak terkait.

“Setiap ibu dan bayi berhak mendapatkan keselamatan serta pelayanan terbaik. Mari pastikan tidak ada lagi yang kehilangan kesempatan hidup hanya karena sistem yang belum optimal. Jangan biarkan satu nyawa pun hilang akibat keterlambatan yang sebenarnya bisa kita cegah,” katanya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru