BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di kejar waktu menuntaskan persoalan sampah sebelum penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada Desember 2026.
Untuk mengantisipasi krisis, Pemkot menargetkan kapasitas pengolahan sampah meningkat menjadi 600 ton per hari dalam dua bulan ke depan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, saat ini sistem pengangkutan sampah masih menghadapi keterbatasan operasional.
Baca Juga: 31 Kendaraan Terjaring Razia Parkir Liar di Pusat Kota Bandung
Secara efektif, pengangkutan hanya dapat di lakukan dari Senin hingga Kamis, sedangkan sampah pada akhir pekan sementara di tampung di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
“Ini kondisi nyata di lapangan. Jumat sampai Minggu kita tampung dulu, Senin baru di angkut,” kata Farhan Senin (27/4/2026).
Menurutnya, saat ini masih ada sekitar 500 ton sampah per hari yang belum tertangani secara optimal. Karena itu, berbagai langkah percepatan terus di siapkan agar timbulan sampah bisa di tekan sebelum TPA di tutup.
Salah satu strategi yang di jalankan ialah memperkuat pengolahan sampah berbasis kewilayahan di tingkat RW melalui program ekonomi sirkular. Program tersebut meliputi pengolahan sampah organik, urban farming, hingga pengelolaan dapur sehat.
Baca Juga: Mudzakarah Nasional III ANNAS di Bandung, Ini yang Disorot
Selain itu, Pemkot Bandung juga berencana membangun 36 titik fasilitas pengolahan sampah di tingkat kecamatan dengan berbagai teknologi, mulai dari pengolahan organik hingga teknologi termal.
Namun, tantangan terbesar masih datang dari rendahnya kapasitas pengelolaan di masyarakat. Hingga kini, kurang dari 10 persen RW yang mampu mengelola sampah secara mandiri.
“Target kita, sampah organik harus selesai di tingkat RW. Ini berat, tapi harus kita kejar,” ujarnya.
(Yusuf Mugni)


