spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tesyou Indonesia Gandeng UM Indonesia Cetak Tester Tes Fisik Profesional

BEKASI, FOKUSJabar.id: Pertumbuhan positif terkait upaya standarisasi pengukuran performa atlet di Indonesia mendorong lahirnya penguji tes fisik profesional berbasis standar nasional. Untuk itu, Tesyou Indonesia menggandeng Universitas Muhammadiyah (UM) Indonesia menggelar ‘Pelatihan Tenaga Keolahragaan Tester Tes Fisik’ di Bekasi, 22-24 April 2026.

Pelatihan yang di inisiasi salah satu pionir lembaga ukur performa fisik atlet tersebut menjadi pelatihan pertama di Indonesia untuk mencetak penguji tes fisik profesional berbasis standar nasional.

BACA JUGA:

Mojang Priangan Kokoh Dipuncak Hydroplus Soccer League

Pelatihan pun mendapat antusiasme tinggi peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sedikitnya 54 orang yang berasal dari Kalimantan Tengah, Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah mengikuti pelatihan selama tiga hari tersebut.

Founder Tesyou Indonesia, Abi Hasbullah mengatakan, pelaksanaan kegiatan pelatihan mengacu pada regulasi Permenpora No15 tahun 2024.

Regulasi tersebut menekankan pentingnya standar profesional dalam tes dan pengukuram fisik atlet sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga nasional lebih terukur dan berbasis data.

“Antusiasmenya sangat tinggi, tidak hanya 54 orang saja. Tapi sebanyak 16 calon peserta justru belum dapat bergabung karena keterbatasan kuota,” kata Abi.

Pelatihan yang di gelar, tidak hanya sekadar transfer ilmu. Namun menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pengujian fisik yang kredibel di Indonesia.

Abi menuturkan, saat ini masih banyak tes fisik yang di lakukan tanpa standar SOP yang seharusnya di lakukan seorang Tester Tes Fisik. Sehingga hasil dari tes fisik tersebut kurang objektifitas, valid dan juga reliabel.

BACA JUGA:

Bupati Garut Targetkan Masuk 10 Besar Porprov XV Jabar

“Kami ingin mendorong itu. Tester harus punya kompetensi yang jelas, metode yang terukur dan hasil yang bisa di pertanggungjawabkan,” Abi menambahkan.

Kehadiran pelatihan menjadi respons atas kebutuhan nyata di lapangan yang selama ini belum terfasilitasi secara sistematis. Saat ini, menilai kondisi fisik seorang atlet tidak hanya bisa mengandalkan feeling tapi harus berbasis data.

“Itulah kenapa pelatihan ini kami rancang mengacu pada standar nasional, bahkan menuju standar internasional. Profesi tester tes fisik ini memiliki peran krusial dalam mendukung prestasi olahraga. Hanya saja selama ini belum mendapat perhatian yang proporsional,” ungkap Abi.

Abi mengatakan, seorang Tester bukan sekadar operator alat tapi merupakan analis performa. Data yang di hasilkan,  bisa menjadi dasar bagi seorang pelatih dalam mengambil keputusan penting terkait program latihan atlet.

“Kolaborasi dengan institusi pendidikan pun menjadi kunci dalam memastikan kualitas pelatihan tetap terjaga. Bagaimana kita menggabungkan antara kekuatan akademik dengan praktik di lapangan,” kata dia.

Selain itu, tingginya minat peserta pelatihan menunjukkan jjka kebutuhan akan sertifikasi serta standarisasi merupakan hal mendesak.

Pelatihan kali ini akan  menjadi titik awal terbentuknya jaringan tester profesional yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami ingin mencetak Tester yaang bisa berkontribusi langsung di daerah masing-masing, membantu pembinaan atlet sejak usia dini hingga elite. Ke depan, kami aka perluas pelatihan ini ke berbagai wilayah agar aksesnya lebih merata dan tidak terpusat di satu kota saja,” pungkasnya.

(Ageng)

spot_img

Berita Terbaru