BANDUNG,FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Saeful Bachri, menekankan bahwa peringatan Hari Jadi ke 385 Kabupaten Bandung wajib menjadi titik balik untuk membenahi persoalan mendasar daerah. Ia menyoroti penanganan banjir dan penguatan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga sebagai prioritas utama.
Saeful menilai arah pembangunan daerah saat ini harus lebih menitikberatkan pada kebijakan yang membawa dampak nyata. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperluas program berbasis pemberdayaan guna memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara merata.
Baca Juga: Milangkala ke-385, Dede Yusuf Ajak Pemimpin Daerah Kawal Estetika dan Keamanan Wilayah
“Kabupaten Bandung harus semakin kuat menjalankan program pro-rakyat pada usia ke-385 ini. Program yang menyentuh kebutuhan dasar akan mempercepat peningkatan taraf hidup warga,” tutur Saeful Bachri, Senin (20/4/2026).
Fondasi Pelayanan dan Ekonomi
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung ini juga mendesak jajaran eksekutif untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan yang prima serta penguatan ekonomi kerakyatan merupakan fondasi utama dalam menciptakan daerah yang maju, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di samping itu, Saeful mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Ia memandang kolaborasi antara pemerintah dan warga sebagai kunci sukses untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Solusi Konkret Masalah Banjir
Persoalan banjir yang masih kerap melanda sejumlah titik di Kabupaten Bandung tidak luput dari perhatiannya. Saeful menegaskan bahwa penanganan bencana tahunan ini membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tidak bisa berjalan secara parsial atau sepihak.
“Seluruh pemangku kepentingan harus merumuskan solusi konkret untuk isu banjir ini. Kita semua harus duduk bersama dan bergerak serempak, tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja,” tegasnya.
Ia berharap perayaan hari jadi kali ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan. Saeful menginginkan momentum ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar menjawab keresahan masyarakat.



