CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang di Pasar Manis Ciamis kini kesulitan mendapatkan pasokan minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita. Terhambatnya distribusi dari pihak agen mengakibatkan stok di kios-kios pedagang menipis, bahkan banyak yang mengalami kekosongan, Sabtu (18/4/2026).
Iing, salah seorang pedagang di Pasar Manis, mengungkapkan bahwa keterbatasan pasokan dari agen sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Ia mengaku mengalami pemangkasan jatah kiriman yang cukup signifikan dibandingkan kondisi normal.
Baca Juga: Dampak Konflik Global, Harga Kedelai Impor di Pasar Manis Ciamis Mulai Merangkak Naik
“Biasanya saya menerima pasokan 50 bungkus per pekan, namun kini agen hanya mengirim 20 bungkus saja. Bahkan untuk pekan ini, distributor belum mengirimkan barang sama sekali ke pasar kami,” ujar Iing.
Desakan Intervensi Pemerintah
Kondisi di kios milik Iing saat ini menunjukkan kekosongan stok Minyakita secara total. Ia hanya menyediakan minyak goreng kemasan non-subsidi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, meski harganya lebih tinggi.
Iing mengingat kembali peristiwa kelangkaan serupa beberapa waktu lalu yang berhasil pemerintah atasi melalui langkah intervensi. Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar minyak goreng bersubsidi tersebut kembali membanjiri pasaran dan menstabilkan situasi.
“Mungkin pemerintah harus melakukan intervensi lagi agar stok Minyakita kembali normal di pasaran,” tambahnya.
Keluhan Konsumen
Kelangkaan ini langsung memicu keluhan dari kalangan konsumen, terutama ibu rumah tangga. Edah (51), warga Ciamis, mengaku sangat kerepotan karena harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli minyak goreng non-subsidi atau minyak goreng curah yang harganya sedang melambung.
“Sulitnya mendapatkan Minyakita di pasar membuat kami terbebani. Harga minyak goreng kemasan non-subsidi sangat mahal, bahkan harga minyak curah pun saat ini cukup tinggi,” ungkap Edah.
Kondisi ini menuntut langkah cepat dari otoritas terkait agar beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok, tidak semakin berat akibat kendala distribusi minyak goreng subsidi.
(Husen Maharaja)



