BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah pembenahan menyeluruh pada sistem lalu lintas dan kebersihan kota. Termasuk rencana penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada lampu lalu lintas.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, langkah tersebut merupakan hasil pembahasan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Terkait sejumlah persoalan krusial di Kota Bandung.
Menurutnya, ada dua isu utama yang menjadi fokus penanganan, yakni kedisiplinan petugas penyapu jalan dan optimalisasi sistem pengaturan lalu lintas.
Baca Juga: 1.500 Peserta Siap Ikuti Bandung On Bike
“Dari hasil diskusi dengan beliau, bahwa masalah kota Bandung itu dua. Satu, tidak disiplinnya tim penyapu jalan itu harus kita akui, lalu lintas itu bukan tidak beraturan. Tapi memang sistemnya masih semi-manual. Itu yang akan kita benahi,”kata Farhan Sabtu (18/4/2026).
Farhan menjelaskan, untuk sektor kebersihan, Pemkot Bandung akan memperketat pengawasan terhadap kinerja petugas lapangan.
Mulai 19 April 2026, seluruh jajaran pemerintah kewilayahan, dari wali kota, camat hingga lurah, akan turun langsung ke jalan. Sejak pukul 04.00 WIB untuk melakukan kegiatan bersih-bersih secara serentak.
Langkah ini sekaligus menjadi standar baru dalam pengelolaan kebersihan kota. Pengawasan juga akan di lakukan secara daring oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Petugas yang terbukti tidak di siplin, termasuk pengawasnya, akan di kenai sanksi tegas hingga pemberhentian.
“Penyapu jalan yang ketahuan tidak disiplin akan langsung di berhentikan berserta dengan pengawasnya,”ujarnya.
Tingkatkan Sistem ATCS
Sementara itu, pada sektor lalu lintas, Pemkot Bandung berencana meningkatkan sistem Automatic Traffic Control System (ATCS). Yang saat ini masih bersifat semi-manual menjadi berbasis AI.
Dengan teknologi tersebut, sistem lampu lalu lintas di harapkan mampu menyesuaikan durasi merah dan hijau secara otomatis. Berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan di lapangan.
Baca Juga: Musda Perbasi Jabar Diulang, Rd Iman Firmansyah Siap Mencalonkan
Farhan menilai, penerapan AI akan membantu menciptakan arus lalu lintas yang lebih tertib. Khususnya di kawasan perbatasan yang menjadi pintu masuk Kota Bandung.
“Nah beliau berkeyakinan bahwa kalau lampu merahnya bisa di atur oleh AI, maka trafiknya itu akan lebih teratur. Terutama di pintu masuk-pintu masuk perbatasan ke Kota Bandung,”ungkapnya.
Farhan menambahkan, upaya ini juga menjadi bagian dari penguatan konsep smart city di Kota Bandung. Yang sebelumnya di nilai belum berjalan secara optimal.
(Yusuf Mugni)



