GARUT, FOKUSJabar.id: Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut Jawa Barat (Jabar) saat ini tengah ancang-ancang memperingati Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 April mendatang dengan aksi nyata menjaga lingkungan dan mitigasi bencana.
Rencananya, Sekolah Sungai Cimanuk Garut menanam bibit pohon penguat tebing di pinggir Jalan Walahir Kecamatan Sukaresmi, pohon buah-buahan di Gunung Cikuray dan Papandayan, pengurangan sampah plastik serta edukasi mitigasi bencana.
BACA JUGA:
Inisiasi Kencana, Camat Sukaresmi Garut Layak Dapat ‘Reward’ Gubernur Jabar
Demikian di sampaikan Direktur Sekolah Sungai Cimanuk Garut, Mulyono Khaddafi. Menurut Dia, peringatan Hari Bumi sebagai pengingat bahwa bumi adalah satu-satunya rumah kita yang wajib di jaga bersama.
Dia menyebut, Hari Bumi pertama kali di peringati 22 April 1970 di Amerika Serikat (AS). Pemicunya tumpahan minyak besar di Santa Barbara 1969 yang merusak laut dan membunuh ribuan hewan.
“Senator Gaylord Nelson mengajak 20 juta orang turun ke jalan menuntut udara dan air bersih. Dari situ, lahir gerakan lingkungan modern dan UU Perlindungan Lingkungan di AS,” ungkap Mulyono.
Kegiatan nanti bukan hanya sekedar seremoni. Namun mendorong aksi agar menjaga lingkungan di Kabupaten Garut. Khususnya di wilayah Kecamatan Sukaresmi.
“Peringatan Hari Bumi Sedunia sangat relevan dengan daerah rawan bencana seperti Kecamatan Sukaresmi,” katanya.
“Jika hutan gundul maka akan longsor. Jika sungai penuh sampah maka banjir makin parah. Kalau bumi makin panas maka cuaca ekstrem makin sering. Jadi tujuan memperingati Hari Bumi untuk memperkuat mitigasi bencana,” ungkap Dia.
Mulyono menambahkan, peringatan Hari Bumi 2026 mengusung tema “Kekuatan Kita, Planet kita.” Artinya kalau planet rusak maka kita mahluk hidup akan hancur. Oleh karena itu, momentum Hari Bumi untuk memperkuat ikhtiar mitigasi.
Menurut Direktur Sekolah Sungai Cimanuk Garut, pohon yang di tanam jenis Ketapang Kencana, Ki Honje (375 buah). Termasuk Mangga dan Alpukat sebanyak 125 pohon.
BACA JUGA:
Kecamatan Sukaresmi Gelar Kencana, SSC Garut Sosialisasi Mitigasi Bencana
“Ini investasi keselamatan. Lima tahun lagi pohon yang di tanam akan menahan tanah saat hujan deras,” katanya.
Seluruh rangkaian acara memperingati Hari Bumi Sedunia di biayai Yayasan Cimanuk Bersih Lestari. Artinya, sepeserpun tidak menggunakan dana APBD.
(Bambang Fouristian)



