BANDUNG,FOKUSJabar.id: Proyek pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, resmi memasuki tahap awal konstruksi. Sebagai langkah pembuka, petugas telah membongkar gedung kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung yang berada di lokasi pembangunan.
Pantauan di lokasi menunjukkan material sisa bangunan telah bersih Selain itu, pelaksana proyek telah memasang papan pengumuman pemerintah pusat di sisi Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di bawah Flyover Kopo.
Baca Juga: Drainase Buruk dan Limpasan Air Sapan Rendam Puluhan Rumah di Derwati Bandung
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengonfirmasi bahwa proyek tersebut sudah memiliki kontrak kerja tetap dan pemenang tender resmi.
“Secara administrasi semuanya sudah siap, baik kontrak maupun pemenang tendernya,” tegas Rasdian, Rabu (15/4/2026).
Target Penyelesaian dan Fasilitas Depo
Berdasarkan data pada papan proyek, PT Abdi Prima Intikarya akan mengerjakan pembangunan depo ini dengan masa pelaksanaan selama 365 hari kalender. Depo BRT tersebut berdiri di atas lahan seluas 3.961 meter persegi dan dalam proyeksi mampu menampung hingga 29 unit bus.
Proses pembongkaran gedung lama seluas 600 meter persegi berlangsung setelah pemerintah pusat menyelesaikan tahapan appraisal serta pembayaran ganti rugi. Nantinya, depo setinggi empat lantai ini akan mengusung konsep modern dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti:
- Area parkir bus yang luas.
- Bengkel perawatan rutin.
- Fasilitas pencucian bus.
- Stasiun pengisian daya (charging station) khusus bus listrik.
Rencananya, pemerintah akan menyerahkan area lantai dua gedung tersebut kepada Dishub Kota Bandung untuk kepentingan operasional kantor.
Ekspansi ke Terminal Cicaheum
Selain di Leuwipanjang, Rasdian mengungkapkan rencana pembangunan depo BRT serupa di Terminal Cicaheum. Saat ini, proyek di wilayah timur Bandung tersebut sudah memiliki pemenang tender dan akan segera memasuki tahap sosialisasi kepada para pelaku transportasi lokal.
“Untuk proyek di Cicaheum, kami tinggal melakukan sosialisasi karena nantinya akan ada penyesuaian rute bagi trayek elf dan angkutan kota (angkot),” tutup Rasdian.
(Yusuf Mugni)



