TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memperkuat strategi edukasi masyarakat dengan merangkul para penyuluh agama di Kabupaten Ciamis sebagai agen literasi keuangan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai industri jasa keuangan serta meminimalisir risiko kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal.
OJK memberikan pelatihan dan pembekalan khusus secara komprehensif kepada para penyuluh tersebut. Dengan pengetahuan yang mumpuni, para agen ini diharapkan mampu menjelaskan berbagai produk jasa keuangan resmi kepada lingkungan masyarakat dan jamaah mereka masing-masing.
Baca Juga: Bupati Ciamis Ajak Desa Gunakan Tanah Bengkok Jadi Lahan Percontohan Padi Organik
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menilai para penyuluh agama memiliki posisi tawar yang tinggi karena kedekatan emosional dan tingkat kepercayaan yang besar dari masyarakat.
Peran Strategis Penyuluh Agama
OJK memproyeksikan para penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam menyebarkan informasi keuangan yang akurat. Melalui bimbingan yang telah mereka terima, para penyuluh akan membantu masyarakat mengenali layanan keuangan yang legal dan menghindari jeratan investasi bodong maupun pinjaman online (pinjol) ilegal.
“Kami membina bapak-bapak penyuluh agar mampu mengedukasi masyarakat mengenai hal-hal keuangan. Kami ingin warga mengetahui mana layanan yang resmi sehingga terhindar dari aktivitas keuangan ilegal yang merugikan semua orang,” ujar Nofa Hermawati, Kamis (9/4/2026).
Keterlibatan elemen keagamaan ini menjadi bagian dari upaya perluasan sosialisasi OJK hingga ke tingkat akar rumput. Nofa menekankan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap tokoh agama akan mempermudah penyebaran pemahaman tentang produk industri keuangan yang sehat.
Ciptakan Efek Berganda bagi Cerdas Finansial
Kehadiran penyuluh agama sebagai edukator keuangan diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap tingkat kewaspadaan publik. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat memilih layanan keuangan yang tepat dan legal sesuai kebutuhan mereka.
OJK juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama serta pemangku kepentingan lainnya dalam menggencarkan program literasi ini. Sinergi lintas sektoral tersebut bertujuan menciptakan masyarakat yang cerdas secara finansial dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.
“Sinergi ini bertujuan agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola finansial. Jika warga sudah memahami kriterianya, mereka akan terhindar dari tawaran-tawaran keuangan ilegal yang sangat merusak,” pungkas Nofa.
(Seda)



