spot_imgspot_img
Sabtu 4 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tepis Isu Pencemaran, SPPG Banjarhara Pangandaran Klaim Mesin IPAL Mampu Filterisasi Bakteri dan Bau

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Banjarharja, Agung Maulana, memberikan klarifikasi terkait temuan cairan kuning yang mengalir di lokasi pembuangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penjelasan ini muncul sebagai respons atas inspeksi mendadak (sidak) tim kesehatan Puskesmas Kalipucang, Sabtu (4/4/2026).

Agung menjelaskan bahwa cairan berwarna kuning tersebut berasal dari sisa pembuangan pertama hasil olahan bumbu dapur. Saat petugas melakukan pemantauan, pihak dapur tengah membersihkan daging ayam yang menggunakan bumbu kuning, sehingga air bilasan tersebut mengalir ke saluran pembuangan.

Baca Juga: Sidak Puskesmas Kalipucang Pangandaran: Fasilitas SPPG Banjarharja Langgar SOP

Ia menilai munculnya warna kuning pada saluran pertama merupakan hal yang wajar dalam proses produksi makanan skala besar. Menurutnya, cairan tersebut masih harus melewati tahapan penyaringan lanjutan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Cairan kuning itu hal yang wajar karena merupakan pembuangan pertama saat kami mencuci daging ayam dengan bumbu kuning,” ujar Agung melalui sambungan telepon.

Proses Filterisasi dan Penanganan Bau

Agung menambahkan bahwa sistem IPAL di SPPG Banjarharja akan menyaring cairan tersebut pada kolam kedua menggunakan mesin khusus. Proses filterisasi ini bertujuan untuk menangkal bakteri berbahaya sekaligus memastikan air yang keluar ke lingkungan akhir berwarna bening.

Selain menjernihkan air, teknologi penyaringan tersebut berfungsi meminimalisir aroma tidak sedap yang berpotensi mengganggu warga sekitar. Pengelola mengklaim telah menyiapkan skema pengolahan limbah yang bertahap agar tidak mencemari lingkungan.

“Pada kolam berikutnya, mesin akan memfilter limbah untuk mematikan bakteri. Air yang keluar nantinya berwarna bening dan tidak berbau,” tambahnya.

Pengakuan Terkait Keluhan Warga

Meski memberikan pembelaan terkait cairan kuning, Agung tidak menampik adanya keluhan warga mengenai aroma menyengat dalam beberapa hari terakhir. Ia mengakui bahwa bau tersebut muncul saat mesin IPAL di lokasi SPPG Banjarharja belum selesai terbangun sepenuhnya.

Sebelumnya, tim medis Puskesmas Kalipucang mendatangi dapur SPPG Banjarharja untuk memeriksa standar kelayakan fasilitas. Petugas menyisir area memasak, ruang pencucian, hingga sistem drainase setelah mendapatkan laporan adanya limbah cair kuning yang mengalir ke kolam terbuka di sekitar pemukiman warga.

Pihak pengelola berkomitmen untuk segera mengoptimalkan fungsi IPAL agar proses distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan tanpa mengusik kenyamanan dan kesehatan masyarakat Desa Banjarharja.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru