spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Musda XI Golkar Jabar Jadi Arena Perebutan Pengaruh Menuju Pemilu 2029

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jawa Barat menjadi panggung krusial untuk menentukan arah kekuatan politik partai menjelang Pemilu 2029. Agenda pergantian kepemimpinan ini mengemban misi besar untuk memperkuat dominasi Golkar di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menghadiri langsung pembukaan Musda yang berlangsung di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung. Ia membawa amanat khusus dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia agar ketua terpilih nantinya mampu melampaui capaian TB Ace Hasan Syadzily yang sukses meningkatkan performa partai pada Pemilu 2024.

Baca Juga: Dihantam Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik, Perajin Tahu di Jabar Mulai Menjerit

Sorotan utama dalam Musda kali ini tertuju pada persaingan antara dua figur kuat, yakni Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin. Kontestasi ini menguji soliditas kader dalam menjaga arah politik serta komitmen bersama untuk membesarkan partai.

“Ketua umum berharap kursi legislatif terus bertambah. Maka, Musda ke-XI ini bukan sekadar urusan pergantian ketua, melainkan momentum membangun komitmen kolektif membesarkan Partai Golkar,” ujar Idrus saat menghadiri pembukaan Musda XI Golkar di The Trans Luxury Hotel Kota Bandung Kamis (2/4/2026).

Paradigma Membesarkan Rumah Bersama

Idrus menegaskan bahwa pemimpin baru harus mampu membangun kesadaran kolektif dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama. Konsistensi pada program kerakyatan menjadi faktor kunci untuk meraih kemenangan mutlak pada Pemilu 2029 di semua tingkatan.

Ia mengingatkan bahwa Jawa Barat merupakan miniatur politik Indonesia, sehingga kemenangan di wilayah ini akan berdampak signifikan terhadap peta politik nasional. Idrus juga menekankan pesan strategis agar seluruh kader menjadikan Golkar sebagai rumah bersama guna mencegah fragmentasi internal.

“Siapa pun yang terpilih harus mengembangkan paradigma membesarkan Golkar, bukan menguasai Golkar. Membesarkan partai berarti menyatukan seluruh potensi menjadi kekuatan total untuk merawat kepentingan rakyat,” tegasnya.

Estafet Kepemimpinan Ace Hasan Syadzily

Di sisi lain, TB Ace Hasan Syadzily memastikan diri tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua Golkar Jawa Barat. Ia memilih untuk fokus menjalankan amanah baru di jajaran DPP Partai Golkar serta menunaikan tugas negara sebagai Gubernur Lemhannas.

Ace menilai dinamika pergantian kepemimpinan merupakan tradisi yang lumrah dan sehat dalam tubuh Partai Golkar sebagai kekuatan politik utama. Ia meyakini proses pemilihan penggantinya akan berjalan demokratis sesuai mekanisme rapat-rapat Musda.

“Dinamika di tubuh Golkar itu hal biasa. Kami menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan Ketua Golkar Jawa Barat yang baru kepada forum Musda ini,” pungkas Ace.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru