CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis memastikan hingga saat ini wilayah Tatar Galuh masih bersih dari temuan kasus campak. Meski demikian, pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya laporan kenaikan kasus serupa di wilayah Bogor dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu.
Kota Bandung juga menjadi salahsatu wilayah yang konsen terhadap peningkatan kasus Campak, Hingga Maret 2026, Dinkes Kota Bandung mendeteksi 248 kasus suspek campak di Kota Bandung. Dengan 28 kasus di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui uji laboratorium.
Baca Juga: Bupati Ciamis Kaji Kebijakan WFH dan Larangan Kendaraan Pribadi bagi ASN
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, Edis Herdis, mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan prosedur kesehatan dasar. Ia menekankan bahwa imunisasi lengkap menjadi benteng pertahanan utama bagi anak-anak agar terhindar dari ancaman penyakit menular ini.
“Alhamdulillah, saat ini tidak ada kasus campak di Ciamis. Namun, kita perlu terus meningkatkan kewaspadaan dan memastikan masyarakat menjalani imunisasi secara lengkap,” ujar Edis, Rabu (1/4/2026).
Deteksi Dini dan Respons Cepat
Edis meminta para orang tua untuk jeli mengenali ciri-ciri awal penyakit campak, terutama munculnya demam tinggi yang menyertai gejala fisik lainnya. Jika masyarakat menemukan tanda-tanda mencurigakan, ia menyarankan agar mereka segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Respons cepat dari masyarakat sangat penting guna mencegah potensi penyebaran virus di lingkungan sekitar. Dinas Kesehatan menjamin seluruh puskesmas dan rumah sakit di Ciamis siap melayani pemeriksaan terkait gejala tersebut.
Jaga Pola Hidup Sehat
Selain imunisasi, Edis mendorong warga Ciamis untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan lingkungan menjadi kunci agar kondisi kesehatan keluarga tetap terjaga di tengah ancaman berbagai penyakit menular.
Meskipun faktor cuaca tidak memberikan pengaruh langsung terhadap penyebaran virus campak, Edis menegaskan bahwa risiko penularan tetap ada jika tingkat kewaspadaan menurun.
“Masyarakat harus mengikuti program imunisasi secara lengkap dan menjaga kebersihan. Dengan begitu, kesehatan kita akan terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit menular,” pungkasnya.
(Irfansyah)



