PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Para peserta didik SD Negeri 2 Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, tengah menghitung hari menuju panen raya jagung. Program penanaman mandiri ini menjadi bukti keberhasilan sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dan kewirausahaan bagi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Pangandaran, Soleh Supriadi, menjelaskan bahwa siswa mengelola sepenuhnya kebun jagung seluas 50 bata tersebut. Saat ini, tanaman yang sudah menginjak usia sekitar dua bulan itu mulai menunjukkan buah yang siap petik.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026, Batukaras Pangandaran Tembus 10 Besar Destinasi Terpopuler di Jabar
“Siswa melakukan seluruh prosesnya sendiri. Kini jagung sudah berbuah lebat meski usianya baru sekitar dua bulan,” ujar Soleh saat meninjau langsung lokasi SDN 2 Ciganjeng, Selasa (31/3/2026).
Edukasi Literasi Keuangan
Soleh menekankan bahwa keterlibatan siswa tidak berhenti pada urusan bercocok tanam saja. Pihak sekolah juga memberikan edukasi mengenai manajemen keuangan dari hasil penjualan panen nantinya. Siswa akan belajar cara mengelola pendapatan agar memahami nilai ekonomi dari kerja keras mereka di lapangan.
“Kami akan membimbing murid untuk mengelola uang hasil penjualan jagung tersebut sebagai bentuk edukasi literasi keuangan sejak dini,” tambah Soleh.
Strategi Pembelajaran Kokurikuler
Kepala SDN 2 Ciganjeng, Wahyuningsih, menyebut aksi menanam jagung ini sebagai bagian dari agenda Kokurikuler sekolah. Siswa memiliki kewajiban untuk memantau perkembangan tanaman sebanyak dua kali dalam sepekan.
Dalam pelaksanaannya, para guru mendampingi siswa saat menyiangi rumput liar, memantau pertumbuhan, hingga melakukan pemupukan secara berkala. Interaksi langsung dengan alam ini bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan cinta terhadap lingkungan pada diri siswa.
Bertahan di Tengah Banjir
Perjalanan kebun jagung ini bukan tanpa hambatan. Wahyuningsih menceritakan bahwa banjir besar sempat merendam wilayah Ciganjeng saat pohon jagung baru setinggi 2 hingga 3 centimeter. Beruntung, daya tahan tanaman dan upaya penyelamatan dari pihak sekolah membuahkan hasil.
Kini, ancaman banjir telah berlalu dan para siswa siap memanen jerih payah mereka. Keberhasilan ini membuktikan bahwa tantangan alam tidak menyurutkan semangat belajar praktik di SDN 2 Ciganjeng.
(Sajidin)



