BANDUNG, FOKUSJabar.id: Salat Idulfitri menjadi salah satu ibadah yang di laksanakan umat Muslim pada hari pertama bulan Syawal setelah menjalani Ramadan.
Pelaksanaan salat Idulfitri umumnya di lakukan pada pagi hari secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka.
BACA JUGA:
Warga Muhammadiyah Gelar Salat Ied di Alun-alun Dadaha Tasikmalaya
Momentum ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga memperlihatkan kebersamaan.
Masyarakat berkumpul dalam satu tempat untuk melaksanakan salat secara serentak sebagai simbol persatuan.
Meskipun tata caranya mirip dengan salat pada umumnya, terdapat perbedaan yang menjadi ciri khas. Terutama pada jumlah takbir tambahan dalam setiap rakaat.
Salat Idulfitri terdiri dari dua rakaat dan berstatus sunnah. Namun, pelaksanaannya sangat di anjurkan karena menjadi bagian dari syiar Islam dan memiliki nilai ibadah yang penting.
Dalam pelaksanaannya, terdapat rangkaian bacaan yang di lakukan secara sistematis dari awal hingga akhir.
Setiap tahap memiliki urutan yang jelas dan di lakukan secara berkesinambungan.
- Niat
Di lakukan sebelum memulai salat. Lafal yang umum di gunakan adalah:
“Ushalli sunnatan li ‘idil fitri rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala”
Artinya: Saya berniat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta’ala.
- Takbiratul Ihram
Salat di mulai dengan mengucapkan:
“Allahu Akbar”
Di sertai dengan mengangkat kedua tangan sebagai tanda di mulainya salat.
- Doa Iftitah
Setelah takbir pertama, di baca doa iftitah seperti:
“Subhanakallahumma wabihamdika watabarakasmuka wata’ala jadduka wala ilaha ghairuk”
Sebagai pembuka sebelum memasuki bacaan utama.
- Takbir Tambahan Rakaat Pertama
Pada rakaat pertama di lakukan tujuh kali takbir. Di antara takbir di anjurkan membaca:
“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar”
BACA JUGA:
Sambut Malam Takbiran, Satlantas Polres Pangandaran Gelar Lomba Ngabedug Antar-DKM
- Bacaan Al-Fatihah dan Surat Pendek
Setelah takbir, membaca Surah Al-Fatihah, kemudian di lanjutkan dengan surat pendek seperti:
“Al-A’la” atau surat lain yang di hafal.
- Rukuk, I’tidal dan Sujud
Di laksanakan sebagaimana salat pada umumnya dengan bacaan:
“Subhana rabbiyal ‘azhim” saat rukuk dan “Subhana rabbiyal a’la” saat sujud.
- Takbir Tambahan Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua di lakukan lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah, dengan bacaan dzikir yang sama di sela-selanya.
- Bacaan Al-Fatihah dan Surat Pendek Rakaat Kedua
Setelah takbir, kembali membaca Al-Fatihah dan di lanjutkan dengan surat pendek seperti:
“Al-Ghasyiyah” atau surat lainnya.
- Tasyahud dan Salam
Salat di tutup dengan membaca tasyahud akhir, kemudian salam:
“Assalamu’alaikum warahmatullah”
Setelah pelaksanaan salat, biasanya di lanjutkan dengan khutbah Idulfitri yang berisi pesan keagamaan.
Rangkaian ibadah ini menjadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
(Jingga Sonjaya)



