BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembelajaran Internet of Things (IoT) dan kegiatan e-sport di SMP Santo Yusup Sulaksana, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan teknologi sejak usia dini.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang di kembangkan para siswa.
Farhan menyebut, bahwa e-sport di SMP Santo Yusup telah berjalan sekitar dua tahun dan para siswa bahkan telah mengikuti sejumlah event kompetisi. Selain itu, para siswa juga mempresentasikan proyek berbasis IoT secara langsung di hadapan Wakil Presiden.
Baca Juga: 13 Ruas Jalan Kota Bandung Bakal Mulus Sebelum 5 Maret
“Pak Wapres meninjau langsung pelatihan e-sport dan aplikasi Saintech. Anak-anak tadi mempraktikkan beberapa hal tentang IoT atau Internet of Things. Ide-ide mereka ini, apabila sudah matang, bisa kita ‘panen’ sebagai konsep untuk membangun smart city di Kota Bandung,”kata Farhan.
Sementara itu, Guru TIK SMP Santo Yusup, Didit Wahyu Priono menjelaskan, pengembangan IoT di sekolah tersebut merupakan bagian dari proyek pembelajaran berbasis programming yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.
Menurutnya, pembelajaran coding di sekolah tidak sekadar teori, melainkan di arahkan untuk menghasilkan produk yang memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Program yang di buat harus bisa di pakai dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh yang di presentasikan tadi adalah sistem palang kereta otomatis. Ketika kereta melewati sensor, palang akan menutup secara otomatis,” jelasnya.
Miniatur Tempat Sampah
Produk IoT ini merupakan proyek akhir jenjang bagi siswa kelas 9 dan menjadi bagian dari proyek kenaikan kelas. Setiap siswa wajib terlibat dalam proyek tersebut, dengan sistem pengerjaan secara berkelompok.
Baca Juga: Gaslah Jadi Andalan Pemkot Bandung, Ini Targetnya
Didit menambahkan, pada tahun pertama pengembangan, siswa membuat miniatur tempat sampah berbasis sensor. Tahun ini, pengembangan telah meningkat dengan mencoba mengaplikasikan sistem tersebut pada tempat sampah berukuran besar.
“Kami masih pada tahap basic karena keterbatasan waktu pembelajaran. Namun dari tahun lalu yang masih miniatur, sekarang sudah mulai di aplikasikan ke skala lebih besar,” ujarnya.
Terkait arahan Wakil Presiden, Didit menyampaikan, Wapres berharap program pengembangan IoT di sekolah dapat terus di tingkatkan, di kembangkan lebih pesat, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Yusuf Mugni)


