spot_imgspot_img
Sabtu 4 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gaslah Jadi Andalan Pemkot Bandung, Ini Targetnya

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menargetkan seluruh rukun warga (RW) di Kota Bandung mampu mengolah minimal 25 kilogram sampah organik per hari.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah).

Menurutnya, Gaslah menjadi kunci mengurangi beban sampah kota sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Ia menegaskan, efektivitas program akan di ukur setelah berjalan satu tahun.

Baca Juga: Pemprov Jabar Pangkas Pajak Kendaraan Angkutan Umum

“Saya akan ukur setelah satu tahun program ini berjalan. Apakah ada perubahan perilaku di masyarakat atau tidak? Targetnya masyarakat mampu memilah dan mengolah sampahnya sendiri,”kata Farhan Selasa (3/3/2026).

Farhan menjelaskan, saat ini pengolahan sampah organik oleh Gaslah berada di rata-rata 20 kilogram per hari per RW. Jumlah tersebut di nilai masih perlu di tingkatkan menjadi 25 kilogram per hari per RW. Target itu, menjadi pekerjaan rumah bagi lurah dan jajaran kewilayahan.

Farhan menyebut, di Kelurahan Babakan Surabaya, sejumlah RW telah menunjukkan capaian positif. Di RW 4, pengelolaan sampah organik di lakukan di lahan seluas 70 meter persegi di kawasan Buruan Sae Aster.

Setiap hari, lokasi tersebut mampu mengolah hingga 30 kilogram sampah organik yang di manfaatkan sebagai pakan maggot.

Di RW 12, pengolahan sampah organik telah mencapai 25 kilogram per hari, meski masih membutuhkan tambahan sekitar 25 kilogram untuk memenuhi kebutuhan pakan maggot.

Adapun di RW 14, pemanfaatan sampah organik untuk pakan maggot bahkan telah mencapai 60 kilogram per hari, yang selanjutnya di manfaatkan sebagai pakan lele.

“RW 4, 12 dan 14 bahkan sampai habis sampah organiknya. Ini menunjukkan kapasitas pengelolaan sudah berjalan dengan baik,”katanya.

Apresiasi Keberhasilan RW

Ia juga menyoroti persoalan sampah dari luar wilayah yang kerap di buang pengendara di sepanjang Jalan Ahmad Yani, terutama di tiga titik RW 1, 3 dan 4.

Meski demikian, ia mengapresiasi keberhasilan RW 7 yang mampu menuntaskan persoalan serupa melalui pengawasan dan pengelolaan mandiri.

Ia menyebut pentingnya pendataan produksi sampah di setiap RW. Menurutnya, Menteri Lingkungan Hidup telah mengapresiasi program Gaslah dan berencana menjadikannya sebagai model percontohan nasional, meskipun validitas data masih menjadi perhatian.

Baca Juga: Kelola THR dengan Bijak, Keuangan Tetap Aman Usai Lebaran

“Makanya kita lakukan pendataan ini. Saya perlu tahu berapa banyak produksi sampah organik di setiap RW,”ujarnya.

Farhan menanbahkan, program Gaslah kini juga menjadi perhatian Presiden. Ia berkomitmen membawa capaian Bandung ke tingkat kementerian dan nasional sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Nantinya 100 persen RW se-Kota Bandung bisa mengolah minimal 25 kilogram per hari. Saya akan bawa ke kementerian dan Presiden,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru