spot_imgspot_img
Jumat 27 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hadeuh! Kondom Bekas Berserakan di Banjar Water Park

BANJAR, FOKUSJabar.id: Kondisi Banjar Water Park (BWP) di Kota Banjar kini memprihatinkan. Warga menemukan kondom bekas dan botol minuman keras berserakan di area yang seharusnya menjadi ruang publik ramah keluarga dan olahraga.

Dugaan pun muncul, lokasi tersebut di jadikan tempat prostitusi terselubung pada malam hari.

BACA JUGA:

Pembangunan PLTS 100 MW Kota Banjar di Lahan Sengketa?

“Saya lagi olahraga. Eh liat botol miras sama kondom berserakan di sini,” kata seorang warga, Manan, Jumat (27/2/2026).

Manan mengaku, dulu kawasan Banjar Water Park nyaman untuk berolahraga. Namun kini, suasana berubah drastis.

“Kondisi BWP sekarang jauh banget sama dulu. Untuk olahraga saja dulu nyaman banget, sekarang kotor banyak sampah berserakan,” ucapnya.

Tamparan untuk ‘Kota Bersih’

Ketua Sapma PP Kota Banjar, Irwan Herwanto menilai, temuan sampah kondom, botol miras hingga limbah plastik di BWP menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kota Banjar.

Ironisnya, Banjar baru saja menerima penghargaan sebagai Kota Bersih Tingkat Nasional 2025.

“Bagaimana mungkin pemerintah membanggakan penghargaan kota bersih. Sementara di rumah sendiri di suguhi pemandangan menjijikkan berupa sampah kondom dan botol miras? Ini bukan sekadar sampah biasa, ini sampah moral,” tegas Irwan.

BACA JUGA:

Penyidikan Jilid II Bergulir, Kejari Banjar Periksa 19 Saksi Kasus Tunjangan DPRD

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan lebar antara prestasi administratif dan fakta sosiologis di lapangan. Lemahnya pengawasan keamanan dan ketertiban membuat fasilitas publik yang di bangun dengan uang rakyat berubah fungsi menjadi lokasi aktivitas negatif.

Bersih di Atas Kertas, Kotor di Lapangan

Irwan menambahkan, penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup terasa hambar ketika titik vital di pusat kota justru menjadi sarang limbah sisa maksiat.

“Bersih secara administratif tidak ada gunanya jika secara sosiologis area publik tidak aman dan tidak nyaman,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah tidak hanya sibuk memoles citra di atas kertas.

“Bersihkan juga Kota Banjar dari sampah moral, atau kembalikan saja penghargaan kota bersih itu. Faktanya kita belum bersih dari hal-hal mendasar yang merusak tatanan sosial,” tutupnya.

(Budiana Martin)

spot_img

Berita Terbaru