BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mematangkan kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dengan memperkuat layanan pemudik dan mitigasi bencana di jalur utama. Salah satu langkah konkret yang disiapkan ialah pengoperasian puluhan posko mudik di titik-titik strategis.
Sebanyak 60 Posko Piket Lebaran 2026 akan melayani pemudik selama perjalanan. Posko ini menyediakan tempat istirahat, air minum, serta fasilitas toilet, sekaligus menjadi pusat informasi kondisi lalu lintas, daerah rawan bencana, dan rute alternatif untuk menghindari kemacetan.
Baca Juga: Gubernur Jabar Pastikan 250 KK Korban Banjir Ciamis Terima Bantuan
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, Agung Wahyudi, menjelaskan bahwa seluruh posko tersebar di enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) agar mudah dijangkau pemudik di berbagai wilayah.
Selain posko, pemerintah daerah menyiagakan 19 titik Disaster Relief Unit (DRU) untuk mengantisipasi gangguan akibat bencana selama periode mudik. DRU tersebut akan beroperasi di sejumlah wilayah padat lalu lintas dan kawasan rawan.
“DRU lengkap dengan pengawalan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti yang bertugas mengantisipasi kerusakan jalan provinsi, terutama di kawasan perkotaan, jalur padat, lokasi rawan kecelakaan, daerah rawan bencana, serta titik yang membutuhkan penanganan cepat berdasarkan laporan masyarakat,” kata Agung, Rabu (25/2/2026).
Tim URC sigap dengan peralatan lengkap, mulai dari 20 mini excavator, 56 dump truck dan 6 jembatan bailey. Kemudian juga seiaga 40 kendaraan pick up, 6 wheel loader, hingga 81 unit alat pemadat. Dukungan ini memungkinkan penanganan cepat bila terjadi gangguan infrastruktur di jalur mudik.
19 Titik DRU
Sebanyak 19 titik DRU tersebar di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi. Kemudian juga Kabupaten Purwakarta, Subang, Garut, Kota Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, serta Tasikmalaya.
Dengan kesiapan personel dan peralatan tersebut, pemerintah menargetkan dapat menekan potensi gangguan akibat bencana. Sehingga pemudik merasa lebih aman dan nyaman.
Pemerintah daerah juga memastikan kualitas jalan provinsi tetap prima. Data Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat mencatat tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 91,68 persen atau sepanjang 2.362,183 kilometer.
Percepatan perbaikan jalan berlubang terus berlangsung. Pemerintah menargetkan seluruh ruas jalan provinsi berada dalam kondisi optimal saat arus mudik Idulfitri berlangsung. Tanpa ada lubang yang mengganggu keselamatan dan kelancaran perjalanan.
(Jingga Sonjaya)


