BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebagai pemegang hattrick juara umum PON, KONI Jawa Barat di nilai sebagai provinsi terbaik dalam pembinaan olahraga prestasi maupun organisasi.
Hal tersebut mendorong beberapa KONI Provinsi di Indonesia untuk ‘berguru’ ke Jawa Barat seperti yang di lakukan KONI Sulawesi Tengah (Sulteng)
Sekitar tiga hari (Senin-Rabu, 23-25/2/2026), jajaran pengurus KONI Sulteng yang di pimpin langsung ketua umum M. Fathur Razaq berada di Kota Bandung.
Baca Juga: Ketua Perbasi Jabar Bahas Beasiswa Atlet dengan STHB
Tak hanya mengunjungi gedung KONI Jabar di Jalan Pajajaran Kota Bandung, rombongan pun mendatangi beberapa venue cabang olahraga di sekitar Bandung.
“Kita sudah mengetahui prestasi olahraga Jawa Barat itu seperti apa. Karena itu kami datang untuk meminta belajar sekaligus arahan dari KONI Jabar terkait sistem pembinaan olahraga prestasi,” kata Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, M. Fathur Razaq.
Mencontoh Sistem Pembinaan
Saat ini, lanjut dia, Sulawesi Tengah memiliki 44 pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga yang aktif. Sebanyak 44 pengurus cabang olahraga tersebut di harapkan bisa mencontoh sistem pembinaan yang di terapkan di Jabar.
“Dengan itu, mereka pun bisa berprestasi dan mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tengah seperti yang sudah di lakukan KONI Jabar dengan meraih hattrick juara umum PON,” M. Fathur Razaq menambahkan.
Tak hanya terkait pembinaan prestasi, pihaknya pun menjajaki terkait persiapan menghadapi PON 2032 sekaligus mengikuti proses bidding sebagai tuan rumah. Pasalnya, Jabar pernah menjadi tuan rumah PON di tahun 2016 dan berhasil menjadi juara umum.
“Kami sedang menjajaki persiapan PON 2032 dan mengajukan diri sebagai tuan rumah. Harapannya, sarana dan prasarana olahraga di Sulawesi Tengah bisa berkembang seperti di Jawa Barat,” kata dia.
Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana menyatakan kesiapan untuk membantu KONI Sulawesi Tengah dalam berbagai aspek pembinaan olahraga. Baik dari sisi pembinaan prestasi, manajemen organisasi, hingga tata kelola sarana dan prasarana.
“Pada prinsipnya kami siap membantu apapun yang di perlukan. Kami sudah melihat draf MoU, dan kami siap untuk bekerja sama,” kata Budiana.
Hattrick Juara Umum PON
Jawa Barat memiliki pengalaman dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Hal ini di buktikan dengan keberhasilan mencatatkan hattrick juara umum PON.
“Alhamdulillah, hattrick di PON ini bukan kerja singkat. Tapi melalui perencanaan, penguatan organisasi, serta dukungan semua pihak,” Budiana menerangkan.
M. Budiana menuturkan, KONI Jabar saat ini membina sebanyak 92 cabang olahraga. Untuk dukungan pendanaan, masih bersumber dari dana hibah serta partisipasi sponsor.
Baca Juga: Febri Hariyadi Amunisi Baru Persis Solo, Misi Penyelamatan
“Selama ini KONI Jabar selalu kondusif dan 100 persen masih di dukung dana hibah serta partisipasi sponsor sehingga program pembinaan bisa berjalan optimal. Termasuk untuk persiapan Porprov XV Jabar yang akan kita gelar di tahun ini,” Budiana menegaskan.
Kedua belah pihak berharap kerja sama dalam pembinaan olahraga prestasi tidak berhenti pada pertemuan awal saja. Pertemuan kali ini di harapkan menjadi langkah awal sinergi antar daerah dalam memperkuat pembinaan olahraga nasional.
Serta meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan fasilitas olahraga di masing-masing provinsi.
(Ageng)


