BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Perum BULOG Kantor Cabang Bandung bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Satgas Saber Pelanggaran Pangan, dan Kodim Kota Bandung menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kosambi, Selasa (24/2/2026).
Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN). Aparat ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang tetap terjangkau.
Baca Juga: Awal Ramadan, Polres Cimahi Bongkar 54 Kasus Narkoba dan Amankan 70 Tersangka
Pemimpin Perum BULOG Cabang Bandung Ashville Nusa Panata bersama Kepala Disdagin Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin, unsur Satgas Pangan, serta perwakilan Kodim Kota Bandung langsung memimpin sidak.
Tim turun langsung mengecek harga dan stok sejumlah komoditas strategis. ulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, cabai, hingga daging sapi dan daging ayam.
Ronny Ahmad Nurudin menyampaikan hasil monitoring menunjukkan kondisi pasokan bahan pokok di Pasar Kosambi masih aman, sementara harga relatif terkendali.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Bulog, Satgas Pangan, dan pengelola pasar melakukan pemantauan. Ketersediaan bahan pokok aman dan harga masih dalam batas terjangkau,” ujarnya.
Tren Harga Berangsur Stabil
Ia menambahkan, beberapa komoditas yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga kini mulai menunjukkan tren stabil, bahkan sebagian sudah berangsur turun.
“Dibandingkan awal menjelang Ramadan yang sempat naik, saat ini beberapa harga mulai turun. Secara umum kondisi masih terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, Ashville Nusa Panata memastikan stok beras di gudang Bulog Bandung berada dalam kondisi mencukupi. Ia menegaskan Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta TNI-Polri untuk menjaga stabilitas pangan.
“Bulog bersama Pemerintah Kota dan TNI-Polri rutin memantau harga dan ketersediaan. Sidak hari ini kami lakukan secara mendadak dan langsung turun ke lapangan,” kata Ashville.
Ia mengungkapkan, stok beras Bulog Bandung saat ini mencapai lebih dari 20 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya selama lima hingga enam bulan ke depan.
Selain menjaga stok yang ada, Bulog juga terus menyerap gabah petani dari berbagai daerah guna memperkuat cadangan pangan.
“Dengan stok yang tersedia saat ini dan penyerapan gabah yang terus berjalan. Kami pastikan pasokan aman untuk lima sampai enam bulan ke depan. Alhamdulillah, suplai lancar,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


