CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis menemukan praktik penanaman kelapa sawit di lahan pertanian milik warga yang tersebar di berbagai wilayah. Total luas lahan yang telah ditanami sawit mencapai sekitar 150 hektar dan tersebar di 27 kecamatan.
Temuan tersebut muncul setelah dinas melakukan inventarisasi lahan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang melarang penanaman kelapa sawit di wilayah nonpengembangan sawit demi menjaga pertanian berkelanjutan.
Baca Juga: Dialog dengan Guru saat Reses, DPRD Ciamis Dorong Perbaikan Fasilitas Pendidikan
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Eka, menyebutkan bahwa penanaman sawit di Ciamis berada di luar perencanaan komoditas unggulan daerah.
“Sesuai hasil pendataan di lapangan, terdapat sekitar 150 hektar lahan yang sudah ditanami kelapa sawit. Lokasinya tersebar di 27 kecamatan,” ujar Eka, Senin (2/2/2026).
Ia mengakui pihaknya cukup terkejut dengan temuan tersebut. Selama ini, kelapa sawit tidak masuk dalam komoditas strategis maupun unggulan Kabupaten Ciamis.
“Penanaman sawit itu berada di lahan perkebunan milik masyarakat dan tidak berbentuk hamparan luas. Titik-titiknya terpencar,” jelasnya.
Tanaman Sawit Masih Berusia Sekitar Dua Tahun
Eka mengungkapkan, dari puluhan kecamatan yang terdata, Kecamatan Rancah dan Tambaksari menjadi wilayah dengan luasan sawit paling dominan. Tanaman sawit tersebut rata-rata masih berusia sekitar dua tahun.
“Sebagian penanaman bersifat kemitraan, sebagian lagi murni inisiatif warga,” katanya.
Untuk menekan perluasan penanaman sawit, Dinas Pertanian terus melakukan edukasi dan pendekatan persuasif kepada petani. Eka menegaskan, Jawa Barat, termasuk Kabupaten Ciamis, tidak masuk dalam kawasan pengembangan kelapa sawit.
“Kami terus mengingatkan bahwa sawit tidak sesuai dengan arah kebijakan pertanian daerah,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, dinas mendorong petani mengganti tanaman sawit dengan komoditas lain yang lebih sesuai dengan kondisi agroekologi dan potensi unggulan daerah.
“Kami siap memfasilitasi petani melalui penyediaan bibit pengganti. Selain itu, kami juga akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan luasan lahan secara akurat,” tambah Eka.
Ia berharap petani di Ciamis semakin fokus mengembangkan komoditas lokal sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan hilirisasi hasil perkebunan.
“Ciamis memiliki potensi besar pada komoditas 3K, yakni kakao, kelapa, dan kopi. Ketiganya sesuai dengan agroklimat wilayah dan menjadi komoditas utama daerah,” pungkasnya.


