CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terkenal memiliki ragam budaya dan kesenian yang tak pernah habis untuk dieksplorasi. Hampir setiap wilayah di kabupaten ini memiliki kesenian khas yang menjadi identitas daerahnya. Salah satunya adalah Ririwa Sawah Lega, kesenian unik khas Kecamatan Pamarican yang berasal dari Sanggar Seni Gentra Pinasti, binaan Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis.
Baca Juga: Cegah Pencemaran Lingkungan, DPRKPLH Ciamis Latih Pengelola Dapur MBG
Pamong Ahli Budaya Disbudpora Ciamis, Eman Hermansyah, menjelaskan, kesenian ini pertama kali pentas pada Galuh Ethnic Carnival 2025 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis. Ide tersebut lahir dari pemikiran pegiat budaya Riyanto Hermawan, yang terinspirasi dari tradisi petani Pamarican menjaga sawah dari serangan hama.
“Inspirasinya dari boneka jerami atau bebegig sawah yang petani gunakan untuk mengusir burung, tikus, hingga serangga,” ujar Eman.
Ririwa Sawah Lega terwujudkan dalam bentuk boneka besar berwajah menyeramkan yang terbuat dari bahan alami seperti jerami dan ilalang. Boneka ini diarak menyusuri jalan diiringi musik tradisional. Bentuknya yang unik dan sedikit menyeramkan justru menjadi daya tarik bagi penonton.
Baca Juga: Enam Orang Meninggal di Ciamis Akibat Leptospirosis, Penyakit dari Kencing Tikus
Menurut Eman, kesenian ini menunjukkan bahwa budaya bisa lahir dari kehidupan sederhana masyarakat. Hamparan sawah dan ilalang di Pamarican menjadi sumber inspirasi utama yang kemudian berpadu dengan kreativitas para seniman.
“Keunikan helaran ini ada pada orisinalitasnya. Semua terbuat dari bahan alami yang ada di sekitar, lalu mendapat sentuhan kreatif sehingga menjadi karya seni berbeda dari yang lain,” jelasnya.
Eman berharap, Ririwa Sawah Lega dapat menjadi salah satu ikon seni helaran Ciamis sekaligus daya tarik wisata budaya.
“Kesenian ini memperkaya khazanah budaya kita dan berpotensi untuk pentas di berbagai event untuk memperkenalkan wisata seni Ciamis,” pungkasnya.
(Husen Maharaja)



