spot_imgspot_img
Rabu 20 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Qonny Ilma, Perempuan Muda Pelestari Ayam Sentul yang Bangkitkan Ekonomi Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Selama hampir delapan tahun, Qonny Ilma Nofianti, perempuan tangguh berusia 29 tahun asal Desa Sukasari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, mendedikasikan diri pada budidaya Ayam Sentul ras ayam lokal khas Ciamis yang semakin dicari pasar karena nilai gizinya yang tinggi dan keasliannya sebagai produk unggulan daerah.

Didampingi oleh orangtuanya sejak memulai usaha pada 2017, Qonny kini menjadi salah satu peternak Ayam Sentul terkemuka di wilayahnya. Ia menuturkan bahwa ketertarikannya pada dunia peternakan bukan sekadar karena nilai ekonominya, tetapi juga karena kepeduliannya pada kelestarian genetik ayam asli Ciamis.

“Selain peluang pasarnya masih luas, saya juga merasa terpanggil untuk menjaga keberlangsungan ayam khas daerah kami agar tidak punah,” kata Qonny, Senin (5/5/2025).

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemkab Ciamis Gelar Pelatihan Digital Teknologi Academy

Permintaan Tinggi, Produksi Masih Terbatas


Pasar Ayam Sentul, terutama untuk kebutuhan Day Old Chicken (DOC), atau anak ayam umur sehari, sangat tinggi. Permintaan per minggu bisa mencapai 10.000 ekor. Namun, saat ini Qonny bersama jaringan mitra peternaknya yang berjumlah 161 orang baru mampu memenuhi sekitar 5.000 ekor per minggu.

Tidak hanya DOC, bibit indukan Ayam Sentul juga banyak yang mencari untuk mengembangkannya sebagai ayam pedaging, terutama untuk memenuhi permintaan daging ayam sehat di kota-kota besar seperti Jakarta.

“Permintaan dari Jakarta bisa mencapai 1.000 ekor per hari. Ini peluang besar, dan kami terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi bersama mitra, termasuk dari luar Ciamis,” jelasnya.

Menurut Qonny, tren masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya konsumsi makanan sehat turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap daging Ayam Sentul, yang lebih alami dan rendah lemak dari pada ayam ras broiler.

“Orang-orang sekarang lebih memilih yang alami, dan Ayam Sentul ini punya cita rasa khas serta kandungan gizi yang bagus. Itu yang jadi keunggulan kami,” tambahnya.

Lebih dari Sekadar Bisnis

Bagi Qonny, beternak Ayam Sentul bukan semata-mata soal keuntungan. Ia menekankan bahwa yang utama adalah pelestarian plasma nutfah—warisan genetik lokal yang menjadi identitas Kabupaten Ciamis.

“Bagi saya, ini tentang menjaga warisan. Profit memang penting, tapi nilai pelestarian jauh lebih bermakna,” ujarnya.

Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan


Camat Tambaksari, Osef Hernandi, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Qonny. Ia menyebut, apa yang Qonny lakukan tidak hanya mendongkrak ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.

“Kami bangga kepada Teh Qonny. Di usia muda, ia mampu mengembangkan potensi lokal Ciamis dan menjadi inspirasi bagi peternak lainnya,” kata Osef.

Dengan semangatnya yang kuat serta jejaring kemitraan yang luas, Qonny Ilma Nofianti terus membuktikan perempuan muda desa pun bisa menjadi penggerak ekonomi dan pelestari budaya lokal.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru