BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah meminta masyarakat tidak panik menyikapi ditemukannya pasien positif virus corona di Indonesia. Salah satunya dengan tidak menimbun stok makanan dalam jumlah yang banyak. Demikian disampaikan Dirut Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso usai meninjau gudang Bulog di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/3/2020).
Budi memastikan bahwa ketersediaan makan pokok seperti beras dalam kondisi aman, terakhir beras 1,7 juta ton di seluruh Indonesia.
“Tidak perlu panik. Untuk apa kita menumpuk makanan, di Bulog banyak,” kata Budi.
Bahkan, ketersediaan beras ini, kata dia, akan kembali bertambah seiring memasuki masa panen di seluruh daerah penghasil beras. Sekitar 1,5 bulan ke depan Bulog akan menyerap panen dari beberapa wilayah.
“Ketersediaan beras ini akan mencukupi hingga bulan puasa sekarang,” kata dia.
Pihaknya pun akan mempercepat penyaluran distribusi beras ke masyarakat agar hasil panen bisa segera terserap. Jadi harus bisa mengeluarkan sebanyak mungkin, gudang harus kosong untuk menyimpan serapan yang akan datang. Tidak hanya itu, BUMN lain terkait pangan pun sudah melakukan kesiapan serupa.
“BUMN pangan lainnya sudah siap. Jadi masyarakat nggak usah takut dan khawatir,” kata dia.
Melalui pasokan beras, pihaknya mengupayakan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya dalam meminimalisasi penderita gizi buruk (stanting). Saat ini BUMN tersebut sudah menambahkan vitamin dalam setiap beras yang dihimpunnya. Pencegahan stunting ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan keunggulan SDM.
“Bulog sudah merespons dengan beras vitamin untuk menanggulangi stunting,” kata Budi.
Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa hingga saat ini hanya Bulog yang bisa menambahkan kandungan gizi ke dalam beras. Beras vitamin ini sudah diperiksa dan dapat dipastikan kelayakannya oleh Kementerian Kesehatan dan BPOM.
(LIN)


