CIAMIS, FOKUSJabar.id: Rumah kuno bergaya Eropa masih bisa di jumpai dan menjadi wisata heritage di Dusun Pabrik, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis.
Rumah yang di kenal sebagai peninggalan zaman Hindia Belanda tersebut sering di gunakan untuk obyek foto. Terkhusus, foto prewedding.
Rumah kuno tersebut di tempati generasi ketiga keluarga Yaya Heryana (79) bersama isteri dan seorang anak bungsunya masih terlihat kokoh dan terawat dengan baik.
Baca Juga: Robert Rene Alberts Ingin Pemain Komplet Saat Latihan
Bangunannya setinggi 4 meter dengan pintu dan jendela besar dan tinggi. Bagian fentilasi memiliki hiasan dari besi menambah ciri khas.
Sejak dulu sampai sekarang, bentuk bangunan tersebut masih di pertahankan. Pemiliknya hanya memperbaiki bagian atap dan dinding yang sempat rusak akibat gempa.
Rumah berukuran 8 x 15 meter tersebut memiliki halaman yang cukup luas dan di kelilingi pohon bunga kertas serta pohon pala. Dulunya, di lokasi itu hanya ada 1 rumah.
Tak heran, dengan desain yang unik ini banyak pasangan dari berbagai daerah di Ciamis memilih rumah tersebut untuk latar belakang prewedding.
“ Banyak yang datang ke sini melihat-lihat. Kebanyakan yang foto-foto untuk pernikahan,” ujar Yaya Heryana, Kamis (7/11/2019).
Yaya tak mengetahui pasti tahun berdiri rumah tersebut. Namun sejak 1920 rumah itu sudah ada. Bahkan, saat dia lahir di tahun 1941, kakeknya yang merupakan Kuwu Bintang dan ayahnya telah menempati rumah tersebut.
“ Rumah model ini juga sama seperti yang ada di Cimahi. Ada yang seperti ini. Alhamdulillah, masih saya pelihara,” ucapnya.
Menurut Yaya, rumah ini di sebut rumah Kuwu Bintang karena kakeknya dulu merupakan Kuwu atau Kepala Desa pada zaman Hindia Belanda.
Kuwu Bintang berjasa dalam membangun jalan dari Desa Sukadana ke Desa Margajaya.
“ Jadi Kuwu Bintang itu adalah penghargaan dari Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu. Kuwu Bintang ini memiliki wibawa dan di hormati warganya. Jadi warga di sini menyebutnya Rumah Kuwu Bintang. Bahkan di sini juga ada Jalan Kuwu Bintang,” kata Yaya.
BACA JUGA:
Sekolah Sungai Cimanuk Bakal Tanam 500 Pohon di Hari Bumi Sedunia
Yaya menegaskan, karena sangat di hormati, meski pada zaman agresi militer Belanda dan pada masa gerombolan rumah itu tak pernah ada yang mengganggu.
“ Beberapa bulan lalu ada dari Dinas Kebudayaan Ciamis ke sini. Rencananya akan di jadikan cagar budaya. Bagi saya boleh saja, asal ada perawatannya. Juga status rumah ini tidak di pindah kepemilikan. Saya akan tetap mempertahankan rumah ini,” tegasnya.
(Riza M Irfansyah/Bam’s)



