PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kepala Seksi Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran, Engkus Saefuloh menegaskan, hampir setiap tahunnya peminat program transmigrasi di Kabupaten Pangandaran selalu ada. Meski jumlahnya tidak mengalami peningkatan secara signifikan.
” Tinggi tidak, tapi sedang-sedang saja peminatnya,” kata dia.
Menurutnya, untuk tahun 2018, ada 14 Kepala Keluarga (KK) yang berminat mengikuti program transmigrasi. Sementara tahun 2019, peminatnya tetap ada, namun tidak diberangkatkan karena tak ada anggaran.
” Tahun ini juga ada yang mau, tapi anggaran kita gunakan untuk monev,” ujarnya.
Peminat program transmigrasi di Kabupaten Pangandaran sendiri kebanyakan dari petani dan nelayan. Untuk daerah tujuan transmigrasinya, mereka dikirim ke Sumatera, Kalimatan Utara, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Barat.
Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ade Supriatno mengatakan, monitoring dan evaluasi yang dimaksud adalah kegiatan mengevaluasi program transmigrasi yang sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
” Kita datangi ke lokasi transmigrasinya langsung, untuk melihat secara langsung,” ungkapnya.
Sejaug ini, para peminat transmigrasi dari Kabupaten Pangandaran tidak ada yang kembali lagi ke Pangandaran.”Mereka sudah berhasil disana,” ujarnya.
(roby/bam’s)



