spot_imgspot_img
Minggu 14 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Teh Jabar Bisa Bersaing dengan Kopi, Kaum Milenial Kuncinya

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komoditas teh asal  Jawa Barat bisa bersanding dengan kopi yang saat ini sedang buming hinggap level dunia. Generasi milenial jadi kunci kesuksesan teh Jawa Barat.

Diketahui saat ini produksi teh di Indonesia 80% berasal dari Jawa Barat baik itu perkebunan besar negara (PBN) maupun perkebunan besar swasta (PBS) dan perkebunan Rakyat, namun penyajian teh saat ini hanya sebatas sajian minuman setelah makan, tidak di olah seperti kopi belakang ini.

“Padahal teh juga bisa di olah sedemikian rupa seperti kopi, dengan sajian menarik dan bisa di nikmati semua kalangan,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Dodi Firman Nugraha, Rabu (24/7/2019) di Bandung.

Dodi mengatakan, luas kebun teh di Jawa Barat sebanyak untuk perkebunan rakyat mencapai 45.253 hektar, PBS 20.949 hektar, PBN 20.618 hektar, dengan jumlah produksi sebanyak 98.012 ton pada tahun 2018. Dengan demikian produksi teh di Jawa Barat cukup besar dengan bermacam-macam varietas.

“Kalau dari sisi produksi melimpah tinggal bagaimana kita mengolah, agar harga teh di meningkat di level petani,” ujar dia.

Dari segi harga di petani dikatakan Dodi, memang dalam harga yang memang kurang baik Rp 2.500/kg untuk teh basah dengan biaya produksi sekitar Rp 600/kg. Akan tetapi ada juga kelas teh mahal hingga harga jutaan rupiah misalnya teh putih.

“Ada teh putih yang harganya mahal jutaan rupiah namun memang banyak yang belum tahu,” ucapnya.

Dodi menambah, dinas perkebunan di Jawa Barat sedang melakukan pengembangan teh yaitu teh Gambung, yang bisa memproduksi teh lebih banyak dibandingkan dengan teh biasa.

“Teh unggulan ini lebih kapada sisi produksi, yang bisa di panen hingga tingkat P+5,” ujar dia.

Lebih lanjut Dodi menjelaskan, untuk mengembangkan teh di Jawa Barat ini dengan cara promosi menjelaskan tentang teh Jawa Barat, seperti dengan festival. Belum lama pihaknya sudah melakukan kerjasama menggelar festival teh dengan Sila tea yang mendatangkan master tea dari Korea.

“Dengan festival yang kemari kami gelar Alhamdulillah responnya cukup tinggi, ada sejumlah generasi milenial yang sudah mendalami teh dan menjadi barista teh,” kata dia.

Tahun ini dinas perkebunan provinsi Jawa Barat akan menggelar festival teh yang lebih besar dan akan menjadi agenda tahunan, seperti festival kopi Jawa Barat yang sudah berjalan tahunan selama ini.

“Kami mencoba dengan festival teh besar dan akan menjadi agenda tahunan kami,” kata dia.

Kemudian langkah yang harus di perhatikan oleh perusahaan cafe yang ada adalah, dengan menyediakan sajian teh, karena sajian kopi dan teh itu layak di sandingkan.

“Saya harap cafe cafe bisa menyandingkan menu teh dan kopi, hal itu lah yang bisa meningkatkan kelas teh di kalangan masyarakat,” pungkasnya.

(AS/DAR)

spot_img

Berita Terbaru