spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Aksi Bela Tauhid, Ribuan Umat Muslim Jabar Berunjukrasa

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ribuan umat Muslim Jawa Barat dari berbagai elemen berunjukrasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (26/10/2018). Aksi Bela Tauhid itu dilakukan sebagai reaksi dari pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid di Garut oleh oknum anggota Banser beberapa waktu lalu.

Massa berkumpul memenuhi lokasi dari siang hari sambil membawa bendera berkalimat tauhid, berdampingan dengan bendera merah putih.

Mereka tidak terima dengan pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid yang terjadi di Garut, sambil meneriakan kalimat tauihid dan takbir.

Dalam aksinya, massa meminta agar kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid itu diproses sesuai hukum yang berlaku. Setiap perbuatan ada konsekwensinya, karena Indonesia adalah negara hukum.

KH Athian Ali berorasi pada aksi bela Tauhid (foto LIN)
KH Athian Ali berorasi pada aksi bela Tauhid (foto LIN)

Pimpinan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) KH Athian Ali dalam orasinya menyatakan kekhawatirannya bahwa insiden ini bisa memecah umat. Tindakan para pelaku pembakaran susah terlalu jauh, arogan. Mereka mengambil alih kewenangan aparat.

“Saya siap membela negeri ini sampai darah pengabisan. Jangan ragukan komitmen kami. Apa yang dilakukan beberapa oknum itu sangat melukai umat Islam. Bakar kalimat tauhid artinya membakar umat Islam. Siapa pun yang beragama di muka bumi ini tak akan rela jika kesuciannya dinodai orang lain. Kalau sampai tak marah, maka tidak punya agama,” tegas Athian Ali.

Dia menegaskan bahwa kalimat Tauhid sakral bagi umat Islam dan bukan milik Ormas tertentu, tetapi milik umat Islam. Dia menyebut bahwa Presiden Turki mengaku prihatin dengan kejadian itu. Sebagai negara dengan umat Muslim terbanyak rela membakar kalimat tauhid.

“Kita tunjukkan kita mencintai kedamaian negeri ini. Biarkan darah kita tetap mendidih, karena itu bukti keimanan kita kepada Alloh. Tapi jangan biarkan amarah merusak kondusivitas. Kita wajib menjaga kondusivitas. Minta selesaikan masalah hukum bagi yang suka membuat kegaduhan dan amarah umat Islam,” kata dia.

Selain itu, massa aksi pun meminta ketegasan pemerintah untuk melindungi simbol umat Islam sekaligus memberikan jaminan bahwa bendera Tauhid tidak disangkutpautkan dengan gerakan HTI.

“Bendera Tauhid bukan milik HTI atau organisasi. Bendera bertuliskan kalimat Tauhid itu milik semua Muslim,” tegas dia.

Sementara itu, koordinator aksi Asep Ruswan Efendi mengatakan bahwa aksi ini adalah sikap beberapa ormas yang mengecam keras tindakan pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh oknum Banser.

Mereka pun mendukung pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta pelaku meminta maaf kepada seluruh umat Muslim, sekaligus menuntut pimpinan pusat Ansor dan Banser bertanggungjawab dengan cara membina anggotanya agar lebih baik.

“Para pengurus harus bisa mengarahkan, mengendalikan seluruh anggotanya agar tidak mengulangi perbuatan itu,” kata Asep.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru