BANJAR,FOKUSJabar.id: Aliran Sungai Citanduy kembali menelan korban jiwa. Seorang remaja bernama Riki Andita (16), warga Dusun Cijambu, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, mengembuskan napas terakhir setelah tenggelam saat berenang bersama rekan-rekannya di Dusun Karangpucung Kulon, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Rabu (24/6/2026).
Insiden maut ini bermula saat korban bersama enam orang temannya memutuskan untuk berenang di area sungai yang memiliki palung atau bagian aliran air cukup dalam. Ketika asyik bermain air, arus sungai mendadak menyeret tubuh Riki hingga membuatnya lenyap dari permukaan.
Baca Juga: Gandeng Korea Selatan, Perumdam Tirta Anom Banjar Siapkan Teknologi Canggih untuk Distribusi Air
“Kami menerima laporan bahwa korban tengah berenang bersama enam rekannya di aliran Sungai Citanduy. Dari total tujuh anak yang masuk ke air, hanya korban yang gagal menyelamatkan diri ke tepian,” ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjar, Yudi Andiana, Rabu (24/6/2026).
Pemburu Ikan Temukan Jasad Korban, BPBD Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak di Dekat Air
Rekan-rekan korban langsung berteriak meminta pertolongan setelah menyadari Riki tidak kunjung muncul ke permukaan. Beruntung, seorang warga yang sedang berburu ikan di sekitar lokasi kejadian melihat tubuh korban di dasar sungai dan segera mengangkatnya ke daratan.
Petugas medis beserta tim evakuasi sempat memberikan pertolongan darurat, namun nyawa remaja tersebut sudah tidak tertolong. Pihak keluarga menolak opsi otopsi atau membawa jenazah ke instalasi pemulasaran rumah sakit. Mereka memilih langsung melarikan jasad korban ke rumah duka menggunakan mobil ambulans untuk proses persemayaman.
Pasca-tragedi memilukan ini, BPBD Kota Banjar meminta masyarakat luas untuk melipatgandakan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sepanjang aliran sungai. Perubahan kondisi arus dan kedalaman air yang fluktuatif sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan para pemancing maupun warga yang berenang.
Yudi juga mengetuk kesadaran para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas luar rumah anak-anak mereka. BPBD berharap warga melarang anak-anak bermain di kawasan palung sungai demi mencegah peristiwa serupa berulang di masa mendatang.
(Agus Purwadi)



