MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Sebanyak 2,4 juta keping genteng produksi UMKM Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Namun, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengakui pelaksanaan Program Gentengisasi Nasional ini masih menyisakan sejumlah catatan evaluasi teknis, Minggu (8/11/2026).
Baca Juga: Maruarar Sirait Janjikan Tambahan Pesanan 3 Juta Genteng Jatiwangi Majalengka pada 2027
Pelepasan jutaan genteng yang melibatkan ratusan truk armada ini menjadi sejarah terbesar bagi industri genteng rakyat Jatiwangi. Acara peluncuran distribusi berlangsung meriah di Lapangan Pasar Lama Majalengka, Minggu (8/11/2026).
Maruarar menegaskan bahwa program ini memberikan ruang besar bagi UMKM lokal untuk menggenjot kapasitas produksi dan mutu produk. Sebanyak 34 UMKM perajin genteng yang sebelumnya belum mengantongi standar kini resmi meraih sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Yang penting kita bertanggung jawab. Tidak mungkin dalam suatu langkah besar memberikan kepercayaan kepada UMKM yang belum pernah ada sepanjang sejarah genteng Jatiwangi 2,4 juta, ya, proses bagaimana 34 UMKM punya SNI yang tadinya enggak punya dan order terbesar sepanjang sejarah,” kata Maruarar kepada FOKUSJabar, Minggu (8/11/2026).
Pasang Badan dan Janji Selesaikan Tunggakan Biaya Truk
Maruarar secara terbuka membeberkan persoalan pencairan biaya operasional kepada para sopir dan kernet truk yang belum tuntas 100 persen.
Hasil pemeriksaan di lapangan mencatat sebanyak 136 armada truk belum menerima pelunasan akibat miskomunikasi administrasi antara pihak koperasi dan penyedia jasa angkutan.
“Ya, tadi 136 yang belum bayar dan Koperasi kami, Pemda Kabupaten Majalengka, provinsi, bertanggung jawab. Semua pasti dibayar. Sekarang kita selesaikan,” tegas Maruarar.
Maruarar menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap alur penyaluran dana perbankan ke koperasi agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.
“Ya, kita tidak boleh menyerah. Inilah keadaan kita dengan segala kekurangan. Pasti kita masih banyak kekurangan dan ini tanggung jawab saya,” ujarnya.
Ia menyambut baik kehadiran media massa untuk mengawal dan mengkritik setiap tahapan program pemerintah secara transparan.
“Dan kalau ada masalah itu disampaikan secara terbuka dan diselesaikan secara terbuka. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Bahkan saya senang sekali media hadir untuk mengawalnya,” tutur Maruarar.
Siapkan Digitalisasi Marketplace dan Target 3 Juta Genteng di 2027
Kementerian PKP merancang sistem digitalisasi pemasaran lewat aplikasi marketplace khusus. Terobosan ini mempermudah masyarakat luar daerah memesan genteng Jatiwangi lengkap dengan informasi spesifikasi harga dan ukuran.
Maruarar memastikan pemerintah tetap mempertahankan kepercayaan penuh kepada perajin lokal dengan menyiapkan pesanan 3 juta keping genteng pada tahun 2027.
“Saya sampaikan di tempat ini, kami akan pesan lagi tahun 2027, 3 juta keping dari Majalengka,” tegasnya.
Ia menutup keterangannya dengan menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan teknis di lapangan sembari menegaskan komitmennya untuk membangkitkan ekonomi perajin.
“Hari ini, saya katakan kita masih banyak kekurangan, mohon maaf. Tapi inilah langkah awal untuk membangkitkan industri genteng di Jatiwangi, Majalengka,” pungkas Maruarar.
(Jilly Ortega)




