SUKABUMI, FOKUSJabar.id: Kecelakaan yang melibatkan sebuah truk boks pengangkut pupuk terjadi di jalur Turunan Cisarakan, Kampung Cisarakan Desa Buniwangi Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat (jabar), Senin, 26 Oktober 2026.
Insiden yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu mengakibatkan dua orang di dalam truk mengalami luka-luka.
BACA JUGA:
PGRI Jabar Kecam Keras Tindakan Oknum Wartawan di SDN 2 Sukaraja Sukabumi
Truk yang melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu tersebut di duga mengalami gangguan pengereman ketika melewati jalan menurun dan berkelok.
Kendaraan kemudian kehilangan kendali, menyenggol bagian belakang sebelah kanan Toyota Avanza yang berada di depannya, lalu menghantam tebing di sisi kanan jalan.
Benturan keras membuat bagian depan kabin truk ringsek hingga pengemudinya terjepit.
Posisi kendaraan yang miring juga menyebabkan sebagian besar badan jalan tertutup sehingga menghambat perjalanan pengguna jalan lain.
Pengemudi dan penumpang truk akhirnya di evakuasi untuk mendapatkan perawatan di RSUD Palabuhanratu. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Seorang saksi mata bernama Iis mengaku melihat kejadian itu ketika sedang mengendarai sepeda motor menuju Cikidang.
Ia melihat truk tiba-tiba bergerak ke arah tebing. Saat berhenti di dekat lokasi, Iis mendapati pengemudi masih terjepit di bagian kemudi. Sedangkan penumpangnya sudah berada di luar kendaraan dengan kondisi wajah berdarah.
“Mobil melaju dari arah Cikidang ke Palabuhanratu. Tiba-tiba masuk ke situ (menabrak tebing). Saya posisi sedang naik motor mau ke arah Cikidang, pas sampai sekitar 15 meter dari lokasi langsung berhenti. Di dalam truk ada dua orang, sopir terjepit setir dan kernetnya keluar dengan luka berdarah di muka,” ujar Iis.
Dia memperkirakan kecelakaan tersebut mungkin berkaitan dengan masalah pengereman. Meski demikian, dugaan itu belum dapat di pastikan karena penyebab pasti kejadian masih di selidiki oleh kepolisian.
Ia juga mengaku tidak menyaksikan seluruh proses evakuasi lantaran meninggalkan lokasi setelah melihat kondisi korban.
“Mobil ini nggak tahu remnya blong (tekor) atau gimana, tahu-tahu langsung menghantam tebing. Tadi sopir d ievakuasi sama petugas, saya nggak sempat lihat sampai beres evakuasinya karena langsung pulang, sudah nggak tahan lihat darah di lokasi,” tuturnya.
Berdasarkan pengalamannya sebagai mantan pengemudi, Iis mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi jalan dan menjaga kecepatan. Khususnya ketika melintasi turunan.
BACA JUGA:
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja Sukabumi
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo menyampaikan bahwa dugaan awal kecelakaan berkaitan dengan sistem pengereman truk yang tidak berfungsi optimal saat melewati jalan menurun.
Kendaraan tersebut kemudian menabrak Toyota Avanza bernomor polisi F 1225 UV yang berada di depannya.
“Setibanya di tempat kejadian melintasi turunan berkelok, di duga sistem pengereman kurang berfungsi dengan baik. Kendaraan kemudian hilang kendali sehingga menabrak bagian samping belakang sebelah kanan dari kendaraan Toyota Avanza bernopol F 1225 UV yang berada di depannya,” ungkap Wangsit.
Setelah bersenggolan dengan Avanza yang di kemudikan Hendi Suhendi (61), truk boks tersebut bergerak ke sisi kanan jalan dan menabrak tebing.
Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa itu untuk memastikan penyebab kecelakaan.
“Setelah itu, truk boks membanting setir ke sebelah kanan dan menabrak tebing yang berada di sebelah kanan jalan,” lanjut Wangsit.
BCA JUGA:
Sentuh Jiwa ASN, Disdukcapil Sukabumi Tanamkan Nilai Keimanan Dalam Pelayanan Publik
Proses evakuasi pengemudi berlangsung cukup sulit karena kaki kirinya terjepit bagian depan kendaraan yang mengalami kerusakan berat.
Sebanyak sembilan personel dari Pos SAR Basarnas Sukabumi dikerahkan ke lokasi untuk membantu penyelamatan bersama Satlantas dan Samapta Polres Sukabumi, tim medis Klinik Polres Sukabumi, petugas pemadam kebakaran, serta relawan.
Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adhianto, menjelaskan bahwa petugas terlebih dahulu melakukan asesmen sebelum membuka akses ke bagian kabin.
“Setibanya di lokasi, kami langsung asesmen. Posisi korban saat itu kaki sebelah kiri terjepit cukup parah oleh bodi depan kendaraan. Kami membuka akses mulai dari pintu sebelah kanan, memastikan kaki kanan korban bebas dari jepitan, lalu berupaya melepaskan kaki kirinya yang tertutup ringsekan bodi mobil,” kata Suryo.
Untuk mengeluarkan korban, tim penyelamat menggunakan sejumlah peralatan. Termasuk combi tool milik Basarnas, spreader dari kepolisian serta winch dari Samapta.
Setelah berhasil dibebaskan dari jepitan, pengemudi dievakuasi menggunakan spine board sebelum dibawa ke RSUD Palabuhanratu dengan ambulans Klinik Polres Sukabumi.
“Kaki sebelah kiri korban terjepit badan mobil bagian depan. Sehingga kami mencoba membuka akses. Pertama, akses yang kami buka melalui pintu sebelah kanan,” jelasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi mengalami sejumlah cedera serius. Di antaranya patah tulang kaki kanan, luka terbuka pada kaki kanan dan dagu, cedera kepala, serta patah pada jari kaki.
Sementara itu, penumpangnya, Gery Leonard Lahema (34), mengalami patah tulang lengan kanan, luka di kepala, dan memar pada wajah.
Keduanya mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu. Kepolisian juga memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
BACA JUGA:
Mayat Wanita Bertato Ditemukan di Pantai Karang Hawu Sukabumi
Kecelakaan ini turut mengganggu arus kendaraan di jalur Palabuhanratu–Cikidang. Karena posisi truk masih menutupi sebagian besar ruas jalan, kendaraan yang hendak menuju Cikidang sementara diarahkan melewati jalur alternatif di Jalan Cikeong, Palabuhanratu.
Wangsit menyatakan, kedua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Berdasarkan pendataan awal kepolisian, pengemudi mengalami luka berat, sedangkan penumpangnya mengalami luka ringan. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Selain itu, terdapat perbedaan pencantuman nomor polisi truk dalam laporan yang beredar.
Sebagian laporan menyebut T 8403 NM, sedangkan kronologi kepolisian dan sejumlah laporan lainnya mencantumkan T 8303 NM. Nomor polisi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut untuk memastikan identitas kendaraan secara akurat.
(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)



