GARUT, FOKUSJabar.id: Polres Garut Polda Jabar gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di Lapangan Mapolres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Senin (26/10/2026).
Apel di pimpin Kapolres Garut, AKBP Niko N. Adi Putra. Tema yang di usung “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”
BACA JUGA:
783 Kontingen Porprov Jabar XV 2026 Dilepas Bupati Garut
Kegiatan tersebut di hadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur Pemerintah Kabupaten Garut. Di antaranya, Sekda, Nurdin Yana, Kepala Dinas Perhubungan, Satria Budi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aah Anwar Saefulah, perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta tamu undangan lainnya.
Kapolres Garut mengatakan, Operasi Patuh Lodaya 2026 di laksanakan serentak di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.
Operasi ini melibatkan sekitar 1.800 personel, dengan 110 personel di kerahkan di wilayah hukum Polres Garut.
Operasi di jadwalkan berlangsung hingga 8 November 2026 sebagai upaya menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban lalu lintas menjelang Operasi Lilin untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru.
“Jelang operasi natal dan tahun baru tentunya kita ingin meningkatkan kesadaran yang sudah ada untuk kita tumbuhkan kembali. Sehingga fokus dari sini adalah untuk bisa meningkatkan kesadaran hukum terhadap masyarakat. Khususnya tertib lalu lintas,” tegas Kapolres.
Operasi menyasar seluruh pengguna jalan. Baik pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalan kabupaten, provinsi, dan nasional.
Sasaran pelanggaran meliputi kelengkapan administrasi kendaraan, penggunaan sabuk pengaman (safety belt) serta pelanggaran lalu lintas lainnya yang terlihat secara langsung.
Penanganan pelanggaran di lakukan melalui teguran, upaya pencegahan (preventif), hingga penegakan hukum (represif) sesuai kondisi di lapangan.
“Dan di harapkan di tahun ini pun sama, kita bisa menekan kembali. Sehingga masyarakat dan pengguna jalan bisa mengurangi tingkat resiko kecelakaan dan bisa lebih sadar terhadap kecelakaan,” ucapnya.
Polres Garut juga memberikan perhatian khusus pada kawasan rawan kecelakaan (blank spot). Dua titik utama berada di jalur Limbangan hingga Malangbong. Terutama pada ruas yang mengalami penyempitan jalan (bottleneck) setelah arus kendaraan masuk dari arah Nagreg.
Menurut Kapolres, pengawasan juga diperketat di puluhan titik rawan lainnya.
Selain itu, Polres Garut menertibkan penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan berpotensi memicu gesekan sosial maupun tindak kejahatan.
BACA JUGA:
Disdamkarmat Garut: Kebakaran Lahan Naik 1.819 Persen
“Malam Minggu kemarin kita amankan puluhan knalpot brong. Di lokasi blank spot, kita gelar operasi,” ungkapnya.
Sebagai upaya pencegahan, Polres Garut mengoptimalkan program Polisi Go to School untuk memberikan edukasi dan sosialisasi tertib berlalu lintas secara langsung.
(Bambang Fouristian)



