spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Masyarakat Diminta Jauhi Radius 5 Kilometer

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali meningkat pesat. Gunung api di wilayah Lampung Selatan ini mengalami tiga kali erupsi dalam kurun waktu sembilan menit.

Rangkaian erupsi tersebut berlangsung, Senin (19/10/2026) pagi. Saat ini status gunung api tersebut masih bertahan pada Level III atau Siaga.

Baca Juga: BRIN Kaji Penggunaan Es Kering untuk Mengatasi Kabut Asap Karhutla

Petugas mencatat erupsi berturut-turut pada pukul 09.31 WIB, 09.33 WIB, dan 09.40 WIB. Alat Seismogram merekam amplitudo maksimum mencapai 50 milimeter, 53 milimeter, dan 55 milimeter. Abu vulkanik pekat menghalangi pandangan kamera pengawas di lapangan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Suwarno membenarkan lonjakan aktivitas vulkanik tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa gunung masih terus mengeluarkan material saat petugas membuat laporan.

“Iya 3 kali erupsi. Sampai saat ini erupsi masih berlangsung,” ujar Suwarno pada Senin (19/10/2026).

Amplitudo Gempa Meningkat Dibanding Hari Sebelumnya

Lonjakan aktivitas ini meneruskan rangkaian erupsi yang terjadi sejak Minggu (18/10/2026). Pada hari Minggu lalu, gunung menghembuskan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak.

Data seismogram Senin pagi merekam erupsi pertama berlangsung selama 51 detik. Erupsi kedua menyusul dengan durasi empat menit. Sementara itu, erupsi ketiga berlangsung lebih lama hingga enam menit 32 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau perkembangan gunung ini secara intensif. Petugas mengombinasikan pengamatan visual dan instrumen seismik untuk mengukur ancaman bahaya.

Otoritas Larang Aktivitas Warga Dalam Radius 5 Kilometer

Peningkatan status Siaga mengimbau masyarakat agar mematuhi batas wilayah aman. Petugas melarang warga, wisatawan, dan pendaki mendekati area dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Pemerintah juga membatasi zona aman dalam radius satu kilometer dari pulau baru. Potensi bahaya mencakup lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava panas.

Lava panas yang bertemu air laut juga berisiko memicu ledakan erupsi sekunder. BPBD Kabupaten Lampung Selatan mengimbau warga pesisir agar tetap waspada dan menjauhi area berbahaya.

“Kami tegaskan, tidak boleh ada aktivitas manusia, pendaki, maupun wisatawan dalam radius aman 5 kilometer dari pusat erupsi,” tegas BPBD Lampung Selatan.

Warga Pesisir Imbau Tetap Tenang dan Cek Informasi Resmi

Petugas meminta masyarakat pesisir Lampung dan Banten agar tidak panik. Kejadian erupsi gunung api tidak selalu memicu gelombang tsunami di laut.

Nelayan wajib memeriksa prakiraan cuaca serta informasi resmi sebelum melaut di Selat Sunda. Masyarakat dapat mengakses pembaruan data erupsi melalui aplikasi MAGMA Indonesia dan kanal resmi Badan Geologi.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru