MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Bupati Majalengka, Eman Suherman, membeberkan hasil pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Rabu (14/10/2026). Eman menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan, termasuk perbaikan jalan Jatiwangi menyambut rencana kedatangan Presiden pada November mendatang.
Presiden merencanakan kunjungan kerja ke Majalengka untuk meluncurkan program gentengisasi nasional.
Eman memanfaatkan momen mendampingi Dedi makan siang saat rombongan Gubernur melintasi Majalengka menuju Ciamis.
Baca Juga: Tiket PSGC vs PSIS Semarang Kini Dibatasi 2 per Akun, Suporter Sambut Baik
“Di sela-sela makan saya selalu manfaatkan bagaimana momentum itu untuk bisa berkomunikasi, kemudian bersilaturahmi, sekaligus menyampaikan program-program yang belum kita tuntaskan,” ujar Eman pada Kamis (15/10/2026).
Pemprov Jabar Alokasikan Rp20 Miliar Pengaspalan Hotmix
Eman menyoroti kerusakan jalan sepanjang 12 kilometer dari Tonjong menuju Jatiwangi. Rombongan Presiden berpotensi melintasi jalur tersebut menuju Pasar Lawas di Majalengka.
“Ya, saya sampaikan jangan sampai memalukan,” kata Eman.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan dukungan anggaran sebesar Rp20 miliar dari Pemprov Jabar. Tim teknis akan melapis jalan Jatiwangi menggunakan pengaspalan hotmix sebelum rombongan Presiden tiba.
Pemerintah mengalihkan sementara alokasi dana proyek jalan Jati Lima untuk pekerjaan ini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menganggarkan kembali proyek jalan Jati Lima pada tahun 2027.
“Ya, anugerah, ada berkah ketika silaturahmi. Kalau ada pimpinan kita, terus ya kita sampaikan kebutuhan publik seperti itu,” ungkap Eman.
Komitmen Perbaikan Jalan Industri Genteng Cikoneng
Eman turut menanggapi perbaikan jalan menuju Cikoneng yang menjadi akses utama pabrik genteng. Tim kontraktor telah memperbaiki titik jalan paling rusak dalam satu paket pekerjaan.
Eman mengakui efisiensi anggaran daerah memicu kendala pembangunan infrastruktur. Namun, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pemenuhan fasilitas publik.
“APBD kita kan kena pemotongan, bukan berarti kita abai terhadap kebutuhan publik,” tegas Eman.
(Jilly Ortega)



