spot_imgspot_img
Kamis 15 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

7.947 Anak di Majalengka Tercatat Tidak Sekolah, Pemkab Lakukan Verifikasi

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka mencatat sebanyak 7.947 anak tergolong sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS). Pemerintah daerah memprioritaskan verifikasi data sebelum menerjunkan anak-anak tersebut kembali ke meja belajar.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (Kabid SD) Disdik Majalengka, Joko Setiyono, merinci data rilisan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Data tersebut mencakup:

  • Belum Pernah Sekolah: 4.334 anak
  • Putus Sekolah (Drop Out): 1.394 anak
  • Lulus Tidak Melanjutkan: 2.219 anak

Baca Juga: 179 Bangunan Sekolah di Majalengka Dibangun dan Diperbaiki

“Langkah selanjutnya pemerintah kabupaten atau provinsi sesuai kewenangan itu harus menindaklanjuti, memverifikasi,” kata Joko, Kamis (15/10/2026).

Joko menilai verifikasi lapangan sangat penting demi membuang data tidak sesuai. Tim sering menemukan NIK ganda, anak yang sudah bersekolah, pindah domisili, atau meninggal dunia. Petugas kecamatan dan desa akan memvalidasi data by name by address melalui bimbingan teknis.

Negara Tanggung Biaya Sekolah Formal dan Kesetaraan

Pemerintah daerah mengarahkan anak-anak yang terkonfirmasi ATS menuju sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan.

Joko memastikan anak berusia di bawah 18 tahun menerima pembiayaan penuh dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

“Bersekolah ada dua pilihan, apakah kembali ke SD, SMP, atau kesetaraan. Itu semuanya dibiayai oleh negara,” tegas Joko.

Kendati biaya gratis, Joko mengakui membangkitkan motivasi anak menjadi tantangan paling berat di lapangan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) perlu merancang metode belajar interaktif demi menarik minat anak.

“Ini PR kita, bagaimana yang memiliki motivasi rendah bersekolah, mereka bersemangat untuk kembali bersekolah. Ini PR tantangan terbesarnya,” tutur Joko.

Majalengka Pernah Raih Peringkat Kedua Penurunan ATS Se-Jawa Barat

Pemkab Majalengka mengukir catatan manis dalam program pengentasan ATS. Pemerintah daerah menerapkan strategi matang pada tahun 2025 lalu.

Hasilnya, angka ATS Majalengka menyusut dari 12.000 anak menjadi 10.000 anak. Pencapaian ini mengantarkan Majalengka meraih peringkat kedua se-Jawa Barat.

Angka ATS kini terus menurun dari 10.900 anak hingga menyentuh 7.947 anak. Joko menargetkan angka ini berkurang 2.000 anak lagi hingga tersisa 6.000 anak.

Sekretaris Daerah Jawa Barat menargetkan penanganan ATS tuntas pada tahun 2029. Sementara itu, target nasional menyasar angka zero ATS pada tahun 2040 mendatang.

“Kalau negara mah sampai 2040 zero ATS nasional. Tapi Pak Sekda Jabar menginginkan dua tahun saja,” pungkas Joko.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru