spot_imgspot_img
Selasa 22 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Melihat Susi Environmental School, Sekolah Unik di Pangandaran yang Ajak Anak Dekat dengan Alam

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Anak-anak berlarian riang di ruang terbuka, memberi makan ikan, menyusuri lingkungan sekolah, hingga mengamati kondisi cuaca. Aktivitas seru tersebut menjadi bagian dari keseharian para siswa di Susi Environmental School, sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis alam yang didirikan oleh Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Jawa Barat.

Di Susi Environmental School, alam bukan hanya tempat bermain, melainkan bagian integral dari proses belajar. Sekolah mengajak anak-anak berinteraksi dengan lingkungan setiap hari untuk membangun kebiasaan positif, kemandirian, dan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.

Baca Juga: Kekeringan Meluas di Pangandaran, 9 Kecamatan dan 32 Desa Kini Krisis Air Bersih

Visi Susi Pudjiastuti: Kelola Sampah dan Jaga Alam Sejak Dini

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan bahwa gagasan mendirikan Susi Environmental School bermula dari keinginannya agar anak-anak memahami pentingnya mengelola sampah, menjaga alam, hingga mengenal kegiatan bercocok tanam.

“Saya senang anak-anak mengerti tentang sampah harus diurus, alam harus dijaga, senang menanam dan lain-lain yang begitu-begitu,” kata Susi belum lama ini.

Awalnya, Susi Environmental School ditujukan bagi anak-anak karyawan Susi Air dengan fasilitas pendidikan gratis. Namun, kini sekolah tersebut juga membuka pintu bagi masyarakat umum.

Ke depan, Susi berharap Susi Environmental School dapat berkembang secara bertahap hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia juga berencana menyediakan porsi beasiswa minimal 20 persen bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Kalau kita bisa membantu membuat terobosan sehingga pilihan itu tidak selalu pahit bagi semua manusia kan bagus. Dan saya dalam kapasitas mampu untuk melakukan itu,” ujar Susi.

Pendidikan Berbasis Alam untuk Fondasi Karakter Anak

Kepala Sekolah Susi Environmental School, Bimbi, menjelaskan bahwa pendidikan berbasis alam dipilih karena usia dini merupakan masa krusial dalam pembentukan fondasi karakter anak.

Menurut Bimbi, pengalaman yang diberikan kepada anak sejak kecil diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang kelak membuat mereka mampu menjadi agen perubahan bagi lingkungan.

Oleh karena itu, Susi Environmental School menerapkan aktivitas di alam sebagai bagian dari kegiatan harian. Anak-anak dapat memberi makan ikan, melakukan nature walk, atau sekadar menikmati lingkungan sekitar.

Sekolah ini juga menggunakan konsep ruang kelas terbuka (open space). Konsep tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk bergerak bebas, bereksplorasi, sekaligus belajar mengendalikan diri.

Open space ini memberikan ruang bagi anak untuk belajar disiplin. Di situlah saat pembentukan karakternya,” kata Bimbi saat ditemui di sekolah, Selasa (22/9/2026).

Menurut Bimbi, ruang kelas terbuka memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar memahami aturan, mengontrol diri, serta menentukan kapan waktunya bermain dan kapan waktunya mengikuti kegiatan bersama. Proses tersebut dilakukan secara bertahap hingga anak terbiasa dengan lingkungan dan ritme kesehariannya.

Mengenal Living Earth Curriculum di Susi Environmental School

Susi Environmental School menerapkan kurikulum khusus yang disebut Living Earth Curriculum. Kurikulum tersebut meramu kearifan lokal dengan kurikulum internasional, kemudian diintegrasikan dengan alam sesuai karakter unik Susi Environmental School.

Meskipun demikian, kurikulum tersebut tetap mengacu pada standar perkembangan anak di Indonesia. Perkembangan anak mendapat perhatian secara saksama melalui berbagai aspek, mulai dari sosial emosional, sensori, motorik kasar, bahasa, seni, hingga kognitif.

Susi Environmental School juga menanamkan kemandirian melalui kebiasaan sederhana sehari-hari. Anak diajak untuk menghabiskan makanan, mengembalikan barang ke tempatnya, hingga mengikuti rutinitas sekolah secara mandiri.

Pembelajaran akademik pun tidak terlepas dari aktivitas sehari-hari di alam. Konsep matematika, misalnya, dapat diperkenalkan ketika anak menghitung benda-benda yang ditemukan di alam.

“Yang membedakan adalah lebih sering kita berinteraksi dengan alam. Grounding-nya lebih sering,” ujar Bimbi.

Holistik, Berakar pada Alam, dan Tetap Mencintai Kampung Halaman

Meskipun mengadopsi sejumlah pendekatan pendidikan dari berbagai negara, Susi Environmental School tetap mengusung unsur lokal Pangandaran yang kental.

Bimbi menjelaskan bahwa rancangan pendidikan di Susi Environmental School ini secara holistik, berakar pada alam, dan tetap mengenalkan anak pada lingkungan tempat mereka tumbuh besar.

Salah satu rancangan kegiatan yang telah dalam persiapan adalah clean up environment bagi siswa. Program tersebut sejalan dengan kegiatan beach clean up yang selama ini rutin dilakukan oleh Susi Air.

“Jauh-jauh pun kita tetap pulangnya ke kampung. Jangan lupa kampung,” kata Bimbi.

Perkembangan Terkini Susi Environmental School

Susi Environmental School membatasi jumlah siswa agar perkembangan setiap anak dapat pengawasan secara lebih dekat. Jenjang preschool menampung maksimal delapan anak dengan dua guru, sedangkan kindergarten sekitar 10 hingga 12 anak.

Selain kegiatan bersama, sekolah menerapkan sesi one-on-one setiap hari. Saat sebagian anak bermain, guru memberikan perhatian individual kepada anak lainnya secara bergantian.

Saat ini, Susi Environmental School baru menjalankan dua jenjang pendidikan, yakni preschool dan kindergarten. Sekolah mulai beroperasi sejak Mei 2026 dan masih terus melakukan penyesuaian program.

Sebelum membukanya untuk publik, program pendidikan di Susi Environmental School telah lebih dulu melaksanakan uji cobakan secara internal. Perkembangan anak selama mengikuti kegiatan menjadi salah satu bahan evaluasi penting untuk melihat efektivitas stimulasi yang diberikan.

Seiring meningkatnya peminat, Susi Environmental School kini mulai menyiapkan penambahan tenaga pengajar. Sekolah juga membuka kemungkinan untuk menambah kelas preschool.

Sementara itu, Susi Pudjiastuti berharap Susi Environmental School dapat berkembang secara bertahap hingga jenjang SD dan SMP. PAUD dan TK menjadi langkah awal yang kokoh untuk membangun pendidikan yang menghubungkan anak dengan alam, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru