spot_imgspot_img
Selasa 1 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Persiapan Porprov XV Jabar Sudah 80 Persen

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaporkan progres persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV pada pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahun 2026.

Hingga saat ini, persiapan  multievent olahraga empat tahunan di Provinsi Jabar sudah mencapai 80 persen.

BACA JUGA:

Duel Sengit Beda Generasi! Duet Veteran Hartono & Sang Idola Eko Yuli, Rebut Juara 2 Padel Cup Bandung

Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana mengatakan, progres persiapan Porprov XV Jabar sudah berjalan sesuai jadwal.

Tiga tuan rumah utama (Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Depok) serta tuan rumah penyangga dan pendukung sudah siap menggelar pertandingan.

“Kurang dari tiga bulan menjelang pelaksanaan, progres persiapan Porprov XV Jabar ini sudah mencapai 80 persen. KONI Jabar sebagai Panwasrah (panitia pengawas dan pengarah) terus berkoordinasi dengan tuan rumah utama, penyangga hingga pendukung,” kata Budiana kepada wartawan.

Salah satu keputusan terkait Porprov XV Jabar yang di ambil saat Rakerprov tahun 2026 yakni proses registrasi atlet yang sudah di tutup pada Minggu (30/8/2026) tepat pukul 23.59 WIB.

Dengan demikian, setiap kontingen kota/kabupaten sudah tidak lagi bisa melakukan registrasi atlet maupun melakukan perubahan dan atau penambahan.

“Berdasarkan data dari Pulahta (pusat pengolahan data) KONI Jabar, jumlah atlet yang terdaftar mencapai 16 ribu lebih. Ini melebihi jumlah atlet yang mengikuti PON XX tahun 2021 di Papua maupun PON XXI tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Jadi bisa kita katakan kalau Porprov XV Jabar merupakan multi event olahraga terbesar di Indonesia,” Budiana menuturkan.

Dengan di tutupnya registrasi atlet, Panwasrah pun akan melakukan penetapan jumlah nomor yang bisa di pertandingkan. Pasalnya, berdasarkan peraturan Porprov XV Jabar, nomor yang bisa di pertandingkan minimal di ikuti oleh tiga kontingen peserta kota/kabupaten.

“Jadi kalau kurang dari tiga kota/kabupaten yang mendaftar, maka nomor tersebut di pastikan di coret dan tidak di pertandingkan di Porprov XV Jabar. Panwasrah melalui Bidang Pertandingan akan melakukan verifikasi ulang terkait jumlah peserta dan atlet di setiap nomor selama tiga hari. Selanjutnya akan di laksanakan DRM (Delegation Registration Meeting) sebagai tahap akhir persiapan,” kata Budiana.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat, Herry Antasari menambahkan, pihaknya bersama KONI selalu memantau progres persiapan Porprov XV Jabar.

Alasannya, Porprov XV Jabar menjadi pintu awal untuk menyeleksi atlet-atlet potensial sebagai persiapan menghadapi babak kualifikasi PON XXII di tahun 2027 serta mempertahankan supremasi prestasi di PON XXII tahun 2028.

BACA JUGA:

Persib Resmi Pinjamkan Dion Markx ke Persita, Ini Alasan di Balik Keputusan Maung Bandung

“Secara khusus, Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) sudah berpesan agar Porprov XV Jabar ini sukses terlaksana dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial untuk PON XXII. Pengiriman kontingen oleh kota dan kabupaten sebagai peserta harus maksimal,” kata Herry.

Salah satu upaya nyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yakni dengan menyalurkan tambahan dana pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2026.

Tambahan dana tersebut di alokasikan di Dispora Jabar sebagai belanja langsung untuk pembayaran honor.

“Artinya ada kekuatan tambahan dalam rangka memperkuat persiapan dan juga penyelenggaraan Porprov XV Jabar yang akan di mulai pada November 2026,” Herry menegaskan.

Sementara KONI Pusat pun mengapresiasi khusus terhadap pelaksanaan multi event olahraga empat tahunan di Tanah Pasundan.

Melalui Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi, Mayjen TNI (Purn.) Suwarno, KONI Pusat menilai jika Porprov Jabar merupakan agenda yang sangat penting.

“Porprov Jabar ini akan menyaring atlet-atlet terbaik dari kota dan kabupaten untuk persiapan menuju PON 2028. Apalagi Jabar merupakan juara bertahan. Sehingga persiapan untuk PON 2028 bisa di lakukan dengan baik. Apalagi tuan rumah NTT dan NTB memiliki kekhususan tersendiri dari sisi geografis,” kata Suwarno.

(ageng)

spot_img

Berita Terbaru