BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih mengandalkan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. Data terakhir mencatat sekitar 2.000 warga terdampak.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kebutuhan air bersih masyarakat terdampak masih dapat di penuhi melalui distribusi air dari Perumda Tirtawening.
BACA JUGA:
Program CFD dan Braga Beken Kota Bandung Jadi Temuan BPK
“Alhamdulillah kita masih bisa cover dengan air tangki dari PDAM,” kata Farhan, Jumat (28/8/2026).
Sejumlah wilayah yang terdampak di antaranya, Kecamatan Cicendo, Sukajadi, Mandalajati, Arcamanik, serta sebagian kawasan Cibeunying.
Farhan mengatakan, penyediaan Sarana Air Bersih (SAB) membutuhkan waktu. Terutama untuk menentukan titik sumber air. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena kedalaman sumber air di sejumlah titik sudah mencapai lebih dari 60 meter.
“Memang SAB butuh waktu beberapa lama. Terutama untuk menentukan titik-titiknya. Selain titik yang ada kan udah lebih dari 60 meter tuh. Nah, itu mesti nembus lagi kedalamannya,” kata Farhan.
Farhan membenarkan berdasarkan data terakhir terdapat sekitar 2.000 warga yang terdampak kekeringan di Kota Bandung.
“Betul. Makanya itu masih pakai tangki,” ujarnya.
BACA JUGA:
Proyek BRT, Pedagang Cicaheum Bandung Terima Kompensasi Rp6 Juta
Menurutnya, wilayah terdampak tidak hanya berada di kawasan timur Kota Bandung. Sejumlah wilayah di bagian utara yang berada di kawasan lebih tinggi juga mengalami persoalan serupa.
“Ada yang di timur tapi sebagian utara. Timur di atas sama utara di atas,” ungkapnya.
Meski demikian, Farhan memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak masih dapat di tangani melalui distribusi mobil tangki.
“PDAM masih bisa meng-cover dengan mobil tangki,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



