CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis memacu perbaikan kualitas hunian warga lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah. Sebanyak 561 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) memperoleh jatah alokasi rehabilitasi sepanjang tahun 2026.
Bupati Herdiat Serahkan Buku Tabungan Rp20 Juta per Penerima
Baca Juga: Desa Panjalu Ciamis Juara 1 Penilaian Berkinerja Baik Tingkat Jabar
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyerahkan langsung buku tabungan kepada para penerima manfaat di Aula Sekretariat Daerah Ciamis, Jumat (21/8/2026). Setiap warga menerima dana stimulan sebesar Rp20 juta via rekening Bank BJB.
Pemerintah membagi alokasi dana tersebut menjadi dua peruntukan: Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah pekerja. Sebanyak 201 rumah sudah lolos verifikasi dan langsung memulai pengerjaan, sementara 360 rumah sisanya masih menjalani tahap pemeriksaan berkas.
Langkah Bertahap Menuntaskan Ribuan Usulan Rutilahu
Herdiat menjelaskan bahwa Pemkab Ciamis terus memperjuangkan kuota tambahan ke pemerintah pusat dan mengombinasikannya dengan APBD provinsi maupun kabupaten. Langkah ini bertujuan menuntaskan ribuan data usulan yang masuk.
“Dari ajuan kita yang sudah masuk data ada 6.350. Tahun ini total mendapat bantuan 561, sekitar 8 atau 9 persen dari data yang masuk,” ujar Herdiat.
Ia meminta masyarakat memanfaatkan dana tersebut sesuai regulasi agar melancarkan pengajuan tahap berikutnya. Pemkab Ciamis juga mulai menyiapkan pendataan ulang untuk tahun 2027 agar desa yang belum terjamah bisa mendapatkan giliran.
“Kalau bantuan tahap satu ini dimanfaatkan dengan benar, maka akan mempermudah tahapan berikutnya,” tegas Herdiat.
Dorong Gotong Royong dan Swadaya Masyarakat
Plt. Kepala DPRKPLH Ciamis Slamet Budi Wibowo mengungkapkan bahwa total kebutuhan perbaikan rutilahu di Ciamis mencapai 13.900 unit. Namun, hanya 6.941 unit yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/DTSN) dan memenuhi syarat pengusulan.
Slamet menegaskan perubahan nama BSPS menjadi Bedah Rumah tetap mengusung prinsip bantuan stimulan. Skema ini mengandalkan partisipasi aktif dan kepedulian warga sekitar.
“Keswadayaan itu perlu untuk mendongkrak gotong royong dan kebersamaan. Itu yang kita harapkan dari program rutilahu,” pungkas Slamet.
(Mia)



